Angkot di Magetan Tergerus Transportasi Online

50

MAGETAN – Keberadaan angkot di Magetan makin ditingggalkan. Jenis transportasi umum itu kalah populer seiring dengan perkembangan zaman. Tegerus oleh angkutan online serta sepeda motor.

Hal itu diakui betul oleh Karbianto. Menurutnya, operasional angkot hanya untuk pelajar. Selebihnya, para sopir angkot sering ngetem nganggur. Karena jarang ada penumpang yang menggunakan jasa mereka. ‘’Angkot ini khusus untuk pelajar,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Magetan.

Jam operasional angkot Karbianto terbatas. Start pukul 06.00 dari sejumlah titik kumpul. Seperti terminal, Pasar Sayur, Jalan Sawo dan Candirejo. Serta beroperasi kembali saat jam pelajar pulang sekolah sekitar pukul 15.00. ‘’Kalau berangkat terkadang siswanya lebih sedikit, ada yang diantar orang tua,’’ terang warga Desa Babadan, Ngariboyo, itu.

Karbianto mengungkapkan angkot miliknya mampu memuat 15 penumpang. Tak jarang dia hafal siapa saja penumpang yang menggunakan jasanya. ‘’Karena yang naik siswanya itu-itu saja. Jadi saya hafal,’’ ungkapnya.

Karbianto mengaku operasional angkotnya terbantu kebijakan Pemkab Magetan. Dia tahu apa jadinya kalau tidak ada program angkot khusus sekolah yang diterapkan oleh dinas perhubungan (dishub). Karena dari program tersebut dirinya bisa mengantongi pendapatan Rp 80 ribu per hari yang diberikan oleh dishub setiap dua pekan sekali. ‘’Yang tidak jadi angkutan khusus pelajar, tentu kasihan. Karena mereka harus bersaing dengan ojek online (ojol),’’ kata pria yang sudah 20 tahun menjadi sopir angkot itu.

Sayangnya, angkot yang dijadikan sebagai angkutan khusus pelajar itu mayoritas sudah tua. Rata-rata usia kendaraan yang dipakai sudah berusia sekitar dua dekade. Sementara, sampai saat ini belum ada bantuan peremajaan dari pemkab. (bel/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here