Angka Pengangguran di Ngawi Capai 25 Ribu

161

NGAWI – Angka pengangguran terbuka di Ngawi ternyata masih terbilang tinggi  kendati sudah di bawah target capaian lima tahunan yang ditetapkan pemkab. Catatan dinas perdagangan perindustrian dan tenaga kerja (DPPTK) setempat, 25 ribu lebih warga masih menganggur.

Kepala DPPTK Ngawi Yusuf Rosyadi menjelaskan, pada periode kedua pemerintahan Bupati Budi Sulistyono dan Wakil Bupati Ony Anwar Harsono, tingkat pengangguran terbuka ditargetkan turun hingga 7,3 persen. Sementara, badan pusat statistik (BPS) setempat menyebutkan angkanya 5,76 persen. ‘’Kalau dilihat secara angka masih sekitar 25.130 orang (pengangguran, Red),’’ kata Yusuf kemarin (20/2).

Yusuf menyebut, saat ini  populasi penduduk Ngawi sekitar 904 ribu jiwa. Dari jumlah itu, yang masuk dalam kategori usia angkatan kerja sebanyak 430 ribu. Kriterianya, berusia 15-64 tahun dan aktif secara ekonomi. ‘’Yang pengangguran ada 5,76 persen,’’ ujarnya.

Dari sekitar 25 ribu pengangguran itu, lanjut dia, sekitar 3 ribu berijazah terakhir diploma dan sarjana. Sedangkan lulusan SMA/SMK mencapai 9 ribu lebih. Sementara, yang hanya lulusan SD dan SMP, masing-masing sekitar 6 ribu. ‘’Bukan berarti mereka itu miskin. Bisa jadi ada yang anak pejabat atau pengusaha tapi belum dapat pekerjaan,’’ jelasnya.

Diakuinya, angka pengangguran berpotensi bertambah. Itu tidak terlepas dari banyaknya lulusan SMA/SMK yang tidak meneruskan pendidikan ke jenjang  perguruan tinggi. ‘’Jika tidak bekerja, otomatis angka pengangguran bertambah,’’ tuturnya.

Perkembangan teknologi disebut Yusuf juga berpotensi menyumbang pengangguran. Terutama dari kalangan pekerja sektor informal seperti buruh tani. Dia mencontohkan pengolahan sawah yang kini hampir semua dikerjakan menggunakan mesin. ‘’Ini masih era 4.0, belum nanti jika sudah masuk era 5.0. Makanya harus dilakukan penekanan terus supaya angkanya tidak semakin naik,’’ pungkasnya. (tif/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here