Angin Utara Kian Ganas, 7 Kelurahan di Kota Rawan Terdampak

202

MADIUN – Curah hujan yang tinggi ditambah hembusan angin yang kencang melanda Kota Madiun dan sekitarnya dalam dua hari terakhir. Kondisi yang sama masih akan terjadi beberapa hari mendatang. ’’Tapi semua masih dalam batas kewajaran,’’ ujar Prakirawan BMKG Juanda Ari Wijajanto

Dia menambahkan, yang terjadi beberapa hari terakhir merupakan karakter khas musim hujan. Tidak termasuk anomali cuaca. Karena itu, dia mengimbau agar masyarakat Kota Madiun tetap tenang. Diperkirakan puncak musim penghujan sampai Januari 2019. Terkait dengan angin kencang yang sering menyertai hujan, Ari menyebutkan bahwa itu merupakan akibat perbedaan tekanan angin. Saat ini tekanan angin di belahan bumi bagian utara lebih tinggi daripada selatan. Angin selalu bergerak dari tekanan tinggi ke rendah. ’’Karena itu, banyak angin utara yang bergerak ke selatan,’’ ujarnya.

Ari menjelaskan, angin tersebut membawa uap air yang cukup besar. Uap air itu selanjutnya membentuk awan di wilayah Pulau Jawa. Awan tersebut yang kemudian turun menjadi hujan. Fenomena itu terjadi di langit Kota Madiun dan sekitarnya. ’’Perbedaan tekanan air tersebut masih berlangsung hingga beberapa hari ke depan,’’ ujar Ari.

Otomatis, untuk potensi hujan di Kota Madiun, kata Ari, berlaku hal yang sama. Meski begitu, dia berpesan yang patut diwaspadai adalah potensi angin kencang. Itu dampak dari perbedaan tekanan di belahan utara dan selatan. ’’Ini merupakan fenomena yang wajar. Termasuk potensi terbentuknya awan kumulonimbus (Cb) itu biasa terjadi,’’ ucapnya.

Kemarin (6/12) kecepatan angin di Kota Madiun terpantau 7–25 knot. Angka tersebut setara 19–40 kilometer per jam. Kondisi tersebut relatif normal, tapi tetap perlu diwaspadai. Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun Agus Hariono mengungkapkan ada tujuh kelurahan yang masuk kawasan rawan terdampak angin kencang. Meliputi Kelurahan Kelun, Pilangbango, Kanigoro (Kartoharjo), Ngegong, Sogaten (Manguharjo), Manisrejo dan Kelurahan Banjarejo (Taman).

Bahkan, akibat hujan deras disertai angin kencang sejak tiga bulan terakhir, BPBD mencatat ada lima bangunan rumah rusak. Antara lain, di Jalan Hayam Wuruk, Jalan Kaswari, Jalan Podang, Jalan Puntuk dan bangunan di Jalan Pilang Widya. ’’Jadi, tidak terpengaruh topografi (terjadinya angin kencang),’’ katanya.

Sebagai tindak lanjut, pihaknya meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan mereka ketika hujan deras mengguyur disertai angin kencang. Masyarakat diimbau tidak berteduh di bangunan yang berpotensi roboh agar tidak menjadi korban.

Disisi lain pihaknya bersama dengan dinas perumahan dan kawasan permukiman (perkim) telah memperkecil risiko dampak angin kencang. ‘’Salah satunya dengan melakukan penebangan dahan pohon yang kondisinya sudah lapuk,’’ ungkap Agus. (her/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here