Angin Kencang-Ombak Tinggi, Nelayan Tak Berani Melaut

73

PACITAN – Angin kencang sejak beberapa pekan terakhir tak hanya merusak rumah warga dan menumbangkan puluhan pohon. Namun, juga mengancam mata pencarian para nelayan di Pacitan. Mereka sulit melaut lantaran cuaca buruk mengancam. ‘’Malah lebih parah. Baru mulai melaut sebentar sudah gak bisa lagi,’’ kata Sholikin kemarin (3/2).

Menurut salah seorang nelayan asal Lingkungan Tamperan, Pacitan, itu, angin kencang terjadi sejak setengah bulan terakhir. Pun diperparah dengan tingginya ombak di lepas pantai. Dia memperkirakan, di tengah Samudra Indonesia ketinggian gelombang mencapai tiga hingga empat meter. Sementara kecepatan angin diperkirakannya lebih dari 20 kilometer per jam. ‘’Bahaya kalau dipaksakan melaut,’’ ujarnya.

Tidak hanya membahayakan nyawa nelayan. Cuaca buruk juga mengancam kapal mereka. Pasalnya, terjangan ombak tak jarang turut membawa beberapa kayu. Sehingga, lambung kapal kerap tergores karena benturan. Sementara, jika tergulung ombak, mesin kapal dipastikan ikut rusak. ‘’Kalau kapal terbalik minimal habis lima juta rupiah,’’ tuturnya.

Untuk mengantisipasi, mereka memilih berangkat pagi buta. Saat itu, kondisi angin lebih bersahabat. Sementara, gelombang lebih landai. Pun saat matahari tepat di atas ubun-ubun. Sholikin dan sejawatnya segera kembali ke darat. Sebab, ombak mengganas menjelang sore. ‘’Kalau cuaca mendukung, berangkatnya sore pulangnya pagi, tapi sekarang gak bisa,’’ ungkapnya.

Hanya sebagian nelayan yang nekat melaut. Tak sedikit dari mereka memilih di darat dan mencari penghasilan lain. Pasalnya, cuaca buruk bisa terjadi sewaktu-waktu. Pun diperkirakan masih bakal berlangsung hingga bulan depan. Sementara sekali melaut ongkosnya lumayan besar. ‘’Yang berdagang pilih tinggal di rumah. Tapi yang cuma bisa melaut ya nekat,’’ paparnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan mencatat gelombang laut mencapai dua hingga tiga meter kemarin. Meski diprediksi angin kencang masih bakal terjadi. Pun hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa wilayah Pacitan. ‘’Hujan masih akan terus terjadi hingga Maret paling cepat. Jadi, kami imbau lebih waspada,’’ pinta Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan Dianita Agustinawati. (mg6/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here