Magetan

Anggota Forkopimda Jadi Pembina

Capaian Wilayah Binaan Dievaluasi Setiap Pekan

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Tingginya kasus Covid-19 di Magetan membuat anggota forkopimda harus bekerja keras. Sebelas pejabat lingkup pemkab dan kepala instansi vertikal diberi tanggung jawab memimpin wilayah binaan.

Bupati Magetan Suprawoto menyebut, ada 11 wilayah binaan dari total 18 kecamatan. Beberapa pejabat membina dua kecamatan. Keberadaan anggota forkopimda diharapkan membuat penanganan Covid-19 lebih efektif. Juga fokus dalam menekan penambahan pasien positif. ‘’Tapi, bukan berarti mengabaikan daerah lain,’’ kata bupati kemarin (15/7).

Kang Woto, sapaan bupati, mengatakan, ada 15 indikator keberhasilan wilayah binaan. Salah satunya meningkatnya kepatuhan warga terhadap protokol kesehatan. Selama ini ketidakdisiplinan yang masih rendah selalu menjadi persoalan. ‘’Seperti penggunaan masker dan menjaga jarak,’’ ujarnya.

Selain kedisiplinan, masyarakat juga semakin paham penerapan protokol kesehatan. Mengenakan masker, misalnya, tidak boleh ditarik ke dagu. Ketika masker tidak digunakan, lebih baik dilepas dan diletakkan di tempat yang bersih. Pasalnya, hal itu berpotensi menyebarkan mikroorganisme.

Kang Woto menyatakan, evaluasi capaian wilayah binaan bakal dilakukan setiap pekan. ‘’Semua harus bekerja keras,’’ ucapnya. (bel/c1/cor)

Longgar Pengawasan GTPP Desa

LONGGARNYA mobilitas warga di masa transisi adaptasi kebiasaan baru (AKB) menjadi blunder. Setidaknya, sumber penularan empat pasien positif Covid-19 di Magetan dalam sepekan terakhir bukan dari transmisi lokal. ‘’Banyak tambahan kasus positif dari luar daerah,’’ kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Magetan Saif Muchlissun Rabu (15/7).

Muchlis menyebut, pasien ke-121 dan ke-123 merupakan transmisi Surabaya. Keduanya terkonfirmasi terinfeksi 9 Juli dan 10 Juli. Muchlis mengakui longgarnya pengawasan GTPP di tingkat desa saat ini. Tidak seperti sebelum Lebaran yang ketat mengawasi mobilitas masyarakat dari luar daerah. ‘’Kami perlu mengaktifkan dan menggalakkan kembali gugus tugas di desa-desa,’’ ujarnya.

Dia menjelaskan, GTPP memang tidak bisa melarang masyarakat luar daerah masuk ke Magetan. Meski begitu, harus tetap diantisipasi. ‘’Ini jadi bahan evaluasi dalam mengendalikan laju pertumbuhan Covid-19,’’ ucapnya. (bel/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close