Anggaran Rehab Pasar Besar Caruban Bengkak

38
MASIH LUAS: Pengembangan wahana permainan lantai atas Pasar Baru Caruban perlu ditambah dengan fondasi.

CARUBAN, Jawa Pos Radar Caruban – Biaya pengembangan lantai dua Pasar Baru Caruban (PBC), Kabupaten Madiun, berpotensi membengkak. Lebih dari Rp 2 miliar. Itu sesuai estimasi awal dinas perdagangan koperasi dan usaha mikro (disperdakop-UM) setempat. Sebab, tambahan fasilitas wahana bermain lantai atas pasar tradisional di Kecamatan Wonoasri itu harus ditopang fondasi.

Kabid Tata Ruang dan Bangunan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Madiun Gunawi menyatakan bahwa konstruksi bangunan PBC sejatinya sudah paten. Desain pembangunan awal pasar yang terdiri dari 1.234 unit los dan kios itu tidak diproyeksikan untuk pengembangan. Khususnya lantai atas dengan membuat bentangan dak stan anyar. ‘’Jadi, harus ada kaki-kaki baru untuk memperkuat konstruksi bangunan,’’ katanya Minggu (28/7).

Pembangunan fondasi otomatis menggusur beberapa kios pedagang di lantai dasar. Pun memungkinkan bujet pembangunan bersumber dana alokasi khusus (DAK) itu bertambah. DPUPR telah menyampaikan hal tersebut ke disperdakop-UM lewat rapat koordinasi (rakor) beberapa waktu lalu. ‘’Kami belum menerima informasi tindak lanjutnya dan belum ada rakor lagi,’’ ujar Gunawi.

Diketahui, Wakil Bupati (Wabup) Madiun Hari Wuryanto berangan-angan memanfaatkan ruang kosong antara lantai satu dan dua PBC untuk wahana permainan. Sebagai upaya menarik minat warga datang ke pasar yang diresmikan enam tahun silam. Juga membuat anak-anak betah diajak orang tuanya berbelanja.

Wacana tersebut diklaim mengakomodasi masukan dari para pedagang dan pembeli. Disperdakop-UM mengestimasikan dana Rp 2 miliar untuk mewujudkan angan-angan wabup. Bujet itu perhitungan kasar atas DAK 2019 Rp 4 miliar untuk merevitalisasi dua pasar tradisional. Sedangkan nilai DAK tahun depan diasumsikan sama tahun ini.

Terpisah, Plt Kabid Pasar Disperdakop-UM Kabupaten Madiun Agus Suyudi mengatakan bahwa rencana mengembangkan PBC berlanjut. Pihaknya masih memperkuat teknis perencanaan sebelum disodorkan ke pemerintah pusat. Salah satunya peninjauan lapangan usai mengetahui perlunya penambahan fondasi. Sebagai bahan proyeksi desain dengan fokus utama sirkulasi udara. ‘’Karena sesuai rencana, ruang terbuka lantai atas bakal ditutup dak beton,’’ ujarnya.

Penguatan teknis berujung pada detail perencanaan. Seperti estimasi perubahan nilai DAK yang akan diusulkan. Juga kebijakan yang diambil sebagai solusi kios yang bergeser akibat pembangunan fondasi. ’’Selain dana bertambah, harus mencarikan tempat pengganti kios pedagang,’’ katanya. (cor/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here