Pemkot Siapkan Anggaran Jumbo Dukung Program KLA

54

MADIUN – Anggaran untuk program Kota Layak Anak (KLA) di Kota Karismatik begitu jumbo. Jumlahnya Rp 158,4 miliar. Itu tersebar di semua organisasi perangkat daerah (OPD). ’’Harapannya bisa meng-cover persoalan KLA di Kota Madiun,’’ kata Kabid Perlindungan Perempuan dan Hak Anak Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Madiun Sri Marhaendradatta.

Perinciannya, penguatan kelembagaan sebesar Rp 1,3 miliar; hasil sipil dan kebebasan Rp 1,2 miliar; lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif Rp  1 miliar; kesehatan dasar dan kesejahteraan Rp 56,1 miliar; pendidikan pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya Rp 97,5 miliar; serta anggaran perlindungan khusus anak sebesar Rp 1 miliar. ’’Harus ada komitmen bersama mewujudkan hak-ahak anak dan perlindungan anak,’’ ujarnya.

Baik orang tua maupun stakeholder yang ada, lanjut Marhaen, harus serius dalam pemenuhan hak-hak anak. Sebab, berbagai perilaku negatif yang melibatkan anak bermula dari kurang terpenuhinya hak anak. ’’Anak yang mendapatkan dukungan dari keluarga dan lingkungan bisa terhindar dari efek negatif dunia luar,’’ tuturnya.

Pihaknya berharap kepada orang tua agar bisa menjaga anak-anak sesuai dengan tupoksi yang ada. Menurutnya, kasus bullying di kota Madiun harus diakhiri untuk mewujudkan Kota Madiun sebagai Kota Layak Anak. Bahkan, pemkot sejak 2018 sudah menerapkan kebijakan 18.21 bijak. ’’Banyak kasus anak-anak yang memanfaatkan jam-jam tersebut (18.00 sampai 21.00, Red) untuk kongko di taman kota. Sebenarnya ini bagian dari program KLA, tapi mereka salah dalam memanfaatkannya,’’ keluhnya.

Dengan demikian, pihaknya berharap kekerasan, bullying, pelecehan seksual, dan penelantaran anak semakin menurun dan bahkan tidak ada lagi. Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Madiun, pemkot berencana melakukan kajian terhadap perda dan perwali untuk menunjang keberlangsungan program KLA bisa berjalan sesuai prosedur. Saat ini, regulasi yang dimiliki di antaranya Perda Nomor 16 Tahun 2017 dan Perwali pasal 2 tahun 2018. Sesuai amanat wali kota bahwa Kota Madiun harus ramah anak dan bebas dari kasus kekerasan terhadap anak. ’’Kota Madiun sudah dua tahun berturut-turu KLA, tahun ini target harus lebih baik,’’ pungkasnya. (mgd/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here