Anggaran Inventarisasi Cagar Budaya Minim

29
SEJARAH: Keberadaan Candi Sadon di Desa Cepoko, Kecamatan Panekan, belum termasuk peninggalan bersejarah yang didaftarkan ke BPCB Trowulan.

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Pemkab Magetan menghadapi kendala pelik dalam upaya melindungi benda cagar budaya (BCB) yang tersebar di sejumlah wilayah. Dampaknya, banyak peninggalan bersejarah berupa benda dan bangunan yang tidak terawat.

Kasi Pelestarian Cagar Budaya dan Sejarah Lokal Disparbud Magetan Iswahyudi mengatakan, masalah ada pada anggaran yang terbatas. Bahkan, untuk proses inventarisasi cagar budaya, pihaknya meminta bantuan kepada komunitas lokal. ‘’Temuan benda cagar budaya banyak. Tapi, belum semua mendapat surat keputusan bupati,’’ katanya.

Iswahyudi menyebut, hanya ada empat benda cagar budaya yang telah ditetapkan dalam lima tahun terakhir. Bahkan sudah didaftarkan ke BPCB Trowulan. Di antaranya, Sendang Kamal, makam kuno di Widorokandang, serta masing-masing sebuah situs di Kedungpanji dan Panekan. ‘’Ada beberapa temuan benda cagar budaya sebenarnya, tapi yang kami soroti ada empat saja,’’ ungkapnya.

Berdasar data disparbud, tercatat ada 160 cagar budaya berupa benda dan bangunan yang terdapat di Magetan. Seperti Candi Sadon di Desa Cepoko, Panekan; dan Pemandian Dewi Sri di Desa Simbatan, Kawedanan. Serta tiga prasasti yang terletak di Sendang Kamal. Ketiga objek tersebut merupakan kategori cagar budaya besar. ‘’Kalau prasasti masih dalam proses registrasi,’’ ujar Iswahyudi.

Dia menjelaskan, proses pendataan dilakukan hampir tiap pekan. Namun, tidak semua didata dan dicatat. Tergantung kategori nilai historis benda dan bangunan tersebut. Kalau dianggap layak baru dilaporkan ke BPCB Trowulan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut. ‘’Sebuah makam kuno di Widorokandang, Sidorejo, sengaja kami daftarkan karena memang pantas sebagai cagar budaya,’’ jelasnya.

Di luar itu, sebenarnya banyak peninggalan bersejarah yang dapat dijadikan sebagai cagar budaya. Tetapi, proses pendaftaran ke BPCB Trowulan bakal dilakukan bertahap. Tentunya disesuaikan dengan anggaran yang ada. ‘’Dalam waktu dekat ini memang Sendang Kamal dulu yang kami daftarkan,’’ pungkasnya. (fat/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here