Anggaran Cupet, Kethek Ogleng Tunda Mejeng

20
SERIUS: Pejabat, tokoh seni, budaya, agama dan masyarakat membahas rencana pembangunan Tugu APPN di ruang rapat bupati Pacitan, Rabu (12/6).

PACITAN – Patung kethek ogleng urung mejeng di perempatan Penceng dalam waktu dekat. Direncanakan sebelumnya, patung kesenian khas Pacitan itu akan berdiri mengelilingi tugu Anugrah Paramsamya Purnakarya Nugraha (APPN). Namun sayang, lantaran anggaran cupet sehingga harus dinomorduakan.

Alokasi anggaran Rp 500 juta untuk membangun empat patung kethek ogleng beserta relief dalam satu paket pembangunan tugu APPN dinilai tidak cukup.  ‘’Belum masuk alokasi pembangunan tugu APPN tahap pertama karena anggaran sudah tidak ada,’’ kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pacitan Budiyanto Rabu (12/6).

Kepastian ini merupakan hasil rapat koordinasi dengan budayawan serta tokoh agama dan masyarakat Pacitan. Meski belum melakukan penghitungan, DPUPR sudah angkat tangan. Anggaran Rp 0,5 miliar diperkirakan habis untuk pembangunan tugu APPN, pencahayaan dan alat pendukung lainnya. Sedangkan pengadaan patung kethek ogleng dan ornamen lainnya akan dipertimbangkan. ‘’Kami akan mencari anggaran. Kalau bisa tahun ini atau tahun berikutnya,’’ ujarnya.

Dia mengklaim tertundanya pembangunan patung kethek ogleng justru menguntungkan. Alasannya, konsepnya bisa lebih dimatangkan lagi. Pihaknya pun menerima masukan berbagai pihak. Pasalnya dalam rapat koordinasi kemarin pun sempat muncul berbagai persepsi meski tidak krusial. ‘’Masih ada sedikit yang perlu penyempurnaan,’’ ungkapnya.

Pihaknya pun bakal mencari referensi tambahan terkait rencana pembangunan patung kethek ogleng tersebut. Baik dari bahan, ukuran dan lainnya agar proporsional. Pasalnya, keberadaannya untuk jangka panjang. Pun jadi salah satu pusat perhatian masyarakat. ‘’Harapannya semua berjalan baik dan tertampung semua usulannya,’’ imbuhnya.

Sementara itu, pengumuman lelang proyek pembangunan tugu APPN direncanakan mulai dibuka 15 Juni mendatang. Sedangkan prosesnya bakal berlangsung 35 hari. Rencananya, pembangunan akan dimulai awal Agustus bersamaan penyerahkan surat perintah kerja (SPK) kepada pemenang tender. ‘’Itu kalau smooth atau tidak sampai terjadi tender ulang,’’ harapnya.

Pihaknya juga bakal berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait rencana pembangunan kawasan tugu APPN. Khususnya kepada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Wilayah Pacitan dan UPT Balai Pemeliharaan Jalan dan Jembatan (BPJ) Jatim terkait perluasan kawasan perempatan Penceng. Pun kepada warga di sekitar lokasi yang lahannya masuk dalam rencana make over. ‘’Kebutuhan ruang harus memadai. Tugunya besar, tapi kalau jalannya jadi sempit juga akan jadi masalah,’’ ungkapnya.

Terpisah, Ketua DPRD Pacitan Ronny Wahyono sepakat pembangunan patung  kethek ogleng ditunda. Alasanya masih banyak masukan yang harus ditampung. Sehingga, DPUPR perlu mematangkan konsepnya. Dia pun meminta pembangunan patung kethek ogleng dimulai 2020. ‘’Kalau melalui perubahan APBD diperkirakan anggarannya juga sedikit. Sehingga pembangunan tidak maksimal,’’ ulasnya.

Di lain pihak, anggota Dewan Kesenian Pacitan Khoirul Amin enggan berkomentar terkait tertundanya pembangunan patung kethek ogleng ini. Dia hanya mengungkap konsep yang diajukan seniman dan budayawan Pacitan sebagian besar sudah diterima. Dia menyebut sempat muncul pandangan berbeda terkait kethek atau kera dan bukan dari sisi seninya. ‘’Sifat naluriah kethek itu rakus. Tapi cerita kethek ogleng merupakan Panji Asmorobangun yang menyamar jadi kera putih,’’ jelasnya. (odi/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here