Ponorogo

Andyka Kurniawan Susanto Memetik Laba dari Bisnis Rokok Elektrik

Modal Online Rp 2,5 Juta, Toko Pertama Seluas 3x5 Meter Persegi

Nama Andyka Kurniawan Susanto sudah dikenal para Vapers di Ponorogo. Dia adalah perintis usaha Vape shop pertama di Kota Reyog sejak 2015. Kini, empat tahun berselang usahanya tersebut makin berkembang seiring popularitas Vape yang menanjak.

=================================

DILA RAHMATIKA, Kota, Jawa Pos Radar Ponorogo

SELALU ada kesempatan di balik kesulitan. Saat isu kenaikan harga jual rokok akibat melonjaknya tarif cukai santer beredar medio empat tahun silam, produsen dan pedagang mulai resah lantaran khawatir minat beli rokok jadi susut. Perokok elektrik justru melihat kondisi tersebut sebagai kesempatan ekspansi produk.

Hal itu yang dialami oleh Andyka Kurniawan Susanto. Aktif sebagai Vapers sejak 2013, dia kemudian coba mengembangkannya dengan membuka Vape shop. Tepatnya pada 2015 lalu. Saat itu, dia hanya mampu mendirikan Vape shop dengan luas bangunan 3×5 meter persegi di Jalan Agung Suprapto.

Kendati cukup sempit, tapi itu merupakan Vape shop pertama di Ponorogo. ‘’Dulu buka toko offline kecil di sebelah barat Jalan Jaksa Agung terus pindah ke sini 10 bulan lalu,’’ ujar Andyka kemarin (7/11).

Ada banyak hal yang melatarbelakangi warga Jalan Siberut itu mendirikan Vape shop empat tahun lalu. Kala itu dirinya yang baru saja lulus kuliah di sebuah kampus di Surabaya bingung pekerjaan. Andyka lantas memutuskan pulang kampung. ‘’Saat itu, Vape sedang populer di Surabaya. Dari situ, saya berpikir untuk coba membuka usaha Vape shop di Ponorogo. Saya coba kumpulkan modal dengan awalnya menjual Vape berikut perlengkapannya melalui online,’’ terang pria 27 tahun tersebut.

Modal awal yang dikantongi Andyka ketika itu sebesar Rp 2,5 juta. Namun, di samping itu dia juga disokong oleh teman-temannya. Beruntung di saat usahanya tersebut baru dirintis, harga rokok keretek melambung karena tarif cukai naik. Sementara, rokok elektrik belum dikenai cukai. Pajak cukai baru melekat pada rokok elektrik 2018.

Peluang itu ternyata dimanfaatkan betul oleh Andyka. Dia kemudian aktif mengenalkan Vape ke beberapa temannya yang lain. Hasilnya lumayan. Omzetnya pun melambung pesat. ‘’Padahal, awalnya hanya usaha sampingan,’’ ungkapnya.

Melihat bisnisnya makin berkembang, Andyka memutuskan bergeser ke toko baru yang lebih representaif pada 2017. Tapi, lokasinya tetap sama di Jalan Jaksa Agung. Hanya, dia mengaku ketika itu animo warga Ponorogo terhadap gaya hidup menggunakan Vape masih belum tinggi seperti sekarang. ‘’Luar biasa, mereka ingin tahu ini apa sih, penggunaannya kayak gimana, rasanya apa aja, dan lain-lain,’’ terangnya. ****(her/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close