Andro Rohmana Putra, Role Model Start Up Madiun

281

Kota Karismatik memiliki salah satu tokoh startup sukses. Dialah Andro Rohmana Putra. Pria 36 tahun ini memiliki 11 perusahaan yang bergerak di bidang startup. Dia pun rajin berbagi ilmu kepada anak muda.

PEBISNIS berkacamata itu selalu tampil trendy. Di hadapan audiens seminar yang kebanyakan milenial, pria murah senyum ini telaten menjawab satu persatu pertanyaan yang terlontar. Tak jauh dari seputaran dunia startup yang digelutinya sejak 2006. Sesekali, materi diselipi humor untuk menyegarkan suasana seminar. ‘’Ya, ini salah salah satu cara berbagi pengalaman dan ilmu yang saya miliki untuk anak muda,’’ katanya.

Andro menghitung sudah lebih dari 80 kampus di-narasumberi. Tak heran, jika dia banyak dijadikan rujukan sejumlah anak muda yang sedang memulai bisnisnya. ‘’Karena permasalahan mereka (generasi milenial) itu sebenarnya hanya di pendampingan. Mereka itu harus didampingi agar tahu mana yang terbaik untuk bisnisnya,’’ ujarnya.

Di mata Andro, startup adalah sebuah usaha rintisan dari produk yang paling sederhana. Hingga mampu berkembang cepat. Tentu dengan perencanaan yang jelas dan terukur. ‘’Biasanya, startup identik dengan sebuah usaha yang mampu memecahkan suatu permasalahan,’’ bebernya.

Menahun mendalami start up membuat Andro terus mengasah pola pikir yang out of the box. Semisal, ketika menyelami suatu masalah. Andro memikirkan solusi kreatif untuk menjawab permasalahan tersebut. ‘’Learning by doing. Belajarnya dari masalah yang ada,’’ ujarnya.

Sejatinya, jiwa pebisnis telah diasah sejak Andro kuliah. Untuk memenuhi biaya hidup dan kuliahnya, dia bekerja di sebuah perusahaan swasta. Sebagai merchandiser produk minyak goreng. Dari sana, karirnya melejit di posisi superivsor. Selama di perusahaan tersebut, dia banyak belajar membuat beragam event menarik. ‘’Kuliah saya sempat terganggu. Akhirnya memutuskan berhenti dan ganti kuliah swasta masuk kelas malam, sambil kerja,’’ bebernya.

Singkat cerita, dari Kota Pahlawan, Andro memutuskan pulang ke tanah kelahirannya. Kala itu, kedua orang tua mendesaknya mendaftarkan diri sebagai CPNS. Namun, dia menolak dan membuat kesepakatan dengan orangtuanya. Jika dalam waktu dua tahun  tidak mampu menghasilkan Rp 200 juta, dia bersedia daftar sebagai PNS. ‘’Kesepakatan itu saya targetkan sampai umur 27 tahun,’’ tegasnya.

Singkat cerita, Andro berkenalan dengan seorang teman yang bekerja di sebuah perusahaan rokok. Nah, Andro yang kala itu membuka jasa event organizer  mengadakan sebuah penawaran event menarik untuk perusahaan tersebut. ‘’Yang lainnya bawa proposal. Saya menampilkan di hadapan mereka dengan visual yang menarik dengan slide presentasi,’’ kenangnya.

Kerja kerasnya membuahkan hasil. Dari puluhan proposal yang masuk, Andro dikontrak memegang event selama setahun dengan nilai kontrak mencapai Rp 200 juta. Tak puas di Madiun, Andro melenggang ke Malang dan Surabaya. Setahun di Surabaya, namanya sudah berkibar. ‘’Saya bisa menjawab permasalahan dan berani dibayar setelah enam bulan. Langsung banyak yang mengajak kerjasama. Setelah mereka tahu produk saya, secara halus saya lakukan penawaran lagi, untuk berbayar,’’ terangnya.

Tak lama setelah itu, Andro merantau ke Jakarta. Di Jakarta, Andro berkenalan dengan founder dari Jakarta Cloth. Dalam suatu pertemuan, founder itu berkeinginan membuka sebuah e-commerce untuk brand mereka. Kebetulan, Andro kala itu telah cukup lama berkutat di bidang digital agency. ‘’Kami banyak diskusi dan saya share pengalaman dan memberikan saran. Enam bulan setelah itu, saya diminta menjadi co-foundernya,’’  bebernya sembari menyebut per awal tahun ini sudah mengundurkan diri dari perusahaan tersebut.

Kunci sukses perjalanan bisnisnya adalah memiliki perencanaan yang matang dan terkonsep. Merancang bussines plan dengan road map yang jelas. Ini penting untuk menilai sejauh mana kemampuannya memenuhi target. ‘’Saya biasa menulis target atau impian di walpaper handphone atau papan tembok ruang kerja. Biar bisa dilihat setiap hari,’’ bebernya pria yang hobi membaca ini.

Buku The Secret karya Rhonda Byrne banyak menginspirasinya. Mengajarkan tentang pentingnya positive thingking.  Susah memang, tapi Andro berusaha membuang semua pemikiran negatif.  ‘’Jangan pernah mengeluh,’’ ujarnya.

Andro pernah berada di titik terendah dalam hidupnya. Ketika semester empat, keuangan keluarganya sedang kesulitan. Membuatnya menyalahkan keadaan dan putus asa. Lalu melancong ke Jogjakarta selama setahun. Kembali ke Surabaya karena terancam putus kuliah. ‘’Karena saya nggak cuti, nggak pamit, pergi gitu saja,’’ urainya.

Sampai akhrirnya, bertemu seorang teman di sebuah warung. Dia adalah jebolan ITS. Semasa kuliah, bekerja di warung untuk menopang biaya hidup sehari-hari. Berangkat kuliah hanya bermodalkan sepeda ontel tua. Dan seorang yatim piatu. Namun, bisa lulus kuliah. ‘’Saya terinspirasi. Dia role model saya. Dia pernah bilang, masa depan itu tanggung jawab saya sendiri. Saya banyak belajar dan mulai mengubah diri.’’

Satu lagi pesannya bagi yang tertarik dengan startup. Terutama bagi anak muda, jangan sampai terjebak pada pemikiran kolot. ‘’Yang penting mau belajar dan beradaptasi,’’ pungkasnya. ***(fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here