Ngawi

Andik ’’Roggo Jiwwo’’ Susanto, Dosen yang Juga Musisi EDM

Gali Ilmu dari Tiga Guru Sekaligus

Tren EDM mengusik Andik Susanto mempelajari genre musik yang biasa dimainkan para disk jockey (DJ) itu. Hasilnya, dosen salah satu kampus swasta di Madiun itu kini mulai laris mendapat undangan manggung.

==========================

SUGENG DWI, Ngawi, Radar Ngawi

GADIS berkaus hitam tampak tersorot kamera berada di tengah arena tong setan. Bersamaan itu terdengar lagu berirama nge-beat. Beberapa detik berselang giliran dua orang mengitari wahana itu dengan motor. Berganti scene, seorang pria mengenakan jaket hoodie tengah memainkan keyboard sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya mengikuti irama lagu.

‘’Ini video klip saya yang baru, judulnya Matikan Hatiku. Pengambilan gambarnya di Ngawi, dua hari,’’ kata Andik Susanto, komposer lagu bernuansa electronic dance music (EDM), itu sambil memperlihatkan sebuah tayangan video di YouTube dari smartphone-nya.

Andik menggeluti EDM sejak 2014 silam. Tepatnya ketika menempuh studi magister manajemen di Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta. ‘’Lulus dari sana, saya jadi dosen di Madiun. Sempat beberapa lama vakum, sekarang mulai lagi,’’ ujar musisi pemilik nama panggung Roggo Jiwwo itu.

Warga Desa Munggut, Padas, Ngawi, itu enggan setengah hati mempelajari EDM. Dia sengaja menggali ilmu dari tiga guru sekaligus. Termasuk music production. Alhasil, selain piawai mengarang dan mengaransemen lagu, Andik mampu menyutradarai sendiri video klipnya. ‘’Yang kemarin itu penyanyinya saya pilih dari Madiun dan Jogja,’’ ungkapnya.

Di mata musisi yang telah menelurkan dua album itu, EDM masih asing di telinga penikmat Madiun Raya. Mereka lebih akrab dengan musik pop dan dangdut. Pun, mahasiswanya sempat kaget dengan kegiatan yang dilakoni Andik. ‘’Tapi, saya yakin beberapa tahun ke depan musik elektronik semakin populer di masyarakat,’’ sebutnya.

Menekuni EDM memaksa Andik pandai-pandai membagi waktunya dengan kegiatan mengajar. Terlebih, jadwal kegiatannya terbilang padat hingga tak jarang baru pulang saat petang hari. ‘’Jalani saja dulu (musik, Red),’’ ucapnya. *** (isd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close