Mario Suryo Aji Siap Berlaga di Eropa

125

MAGETAN – Tahun ini Mario Suryo Aji naik takhta. Rider 15 tahun itu bakal bertarung di Eropa. Dia akan beradu skill menggeber sepeda motor bersama para rider lain dalam kejuaraan CEV Moto3 Junior World Championship. Masih di tim yang sama pada tahun lalu, rider asli Kelurahan Selosari, Magetan, itu akan mewakili Indonesia untuk tim Astra Honda Racing Team (AHRT). ’’Persaingannya akan semakin sengit,’’ kata Hartoto, ayah Mario.

Berlaganya siswa SMPN 3 Magetan dalam CEV kelas Moto3 Junior itu menjadikannya rider ketiga Indonesia yang berhasil meramaikan kompetisi balap di Eropa. Sebelumnya, sudah ada Gilang yang berlaga pada musim 2016-2017 dan Gerry pada tahun lalu. Mario bakal memulai balapan perdananya pada April nanti. Race pertamanya bakal digelar di negara rider idolanya, Marc Marquez, Spanyol. ’’Finalnya November, di Spanyol juga,’’ ujarnya.

Namun, mulai pertengahan Februari nanti, Mario sudah berada di negeri matador tersebut. selama tiga hari mulai 13—15 Februari, dia akan menjalani masa training. Mario juga harus menjalani tes mulai 25—26 Maret nanti. Namun, bukan di Spanyol. Melainkan di Portugal. Tak hanya berlaga dalam ajang CEV kelas Moto3 Junior Eropa, pada musim yang sama Mario juga akan disibukkan di ajang Red Bull MotoGP Eookies Cup. Tesnya bakal dilakukan pada 2—5 April. Sedangkan race perdananya pada 4—5 Mei di Spanyol pula. ’’Ini memang sudah menjadi cita-citanya. Ada peningkatan dari tahun lalu,’’ tuturnya.

Untuk menempa fisik, putra ketiganya itu, dikatakan Hartoto, tengah latihan di Jogjakarta. Tak hanya skill memutar tuas gas, namun dia digembleng dengan bersepeda. Latihan fisik itu tidak hanya untuk balapan, namun juga untuk penyesuaian. Maklum saja, iklim Indonesia beda jauh dengan Eropa. ’’Di sana lebih dingin. Tapi, Mario sudah terbiasa dengan cuaca yang dingin,’’ ungkapnya.

Hartoto berharap, tahun ini menjadi pembuktian dan kebangkitan Mario. Sebab, pada tahun lalu torehannya masih kurang memuaskan. Itu tak terlepas dari terjatuhnya Mario pada Asia Road Racing Championship (ARRC) 2018 di Sentul, Bogor. Terlemparnya Mario keluar lintasan balap itu membuat tangan kanannya retak. Itu berdampak pada race setelahnya yang menjadi tidak maksimal. ‘’Sekarang sudah pulih. Semoga bisa mengharumkan Indonesia,’’ ucapnya. (bel/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here