Anak Yatim Penderita Lumpuh Layuh Itu Ingin Bisa Sekolah

180

Dinda Putri Aprilia, tak bisa menikmati keceriaan seperti teman sebayanya. Sebab, bocah 6 tahun, asal Desa Bogorejo, Barat, Magetan, tahun tersebut mengalami lumpuh layuh sejak berusia delapan bulan.

———————

BERBAGAI upaya telah ditempuh untuk mengobati anak kedua pasangan Sutopo (almarhum) dan Suminah itu. Namun, mahalnya biaya berobat, membuat orang tuanya memilih pengobatan tradisional. Sebelum lumpuh layuh, Dinda terserang demam tinggi. Karena tidak ada biaya berobat ke rumah sakit, Sutopo membawanya ke dukun urut.

Namun, itu tidak membuat anaknya sembuh. Justru setelah dipijat, Dinda lemas. Tidak kuat menahan tubuhnya. Hingga akhirnya lumpuh, ‘’Dulu waktu bapak masih ada, memilih pijat karena kebiasaan warga di sini,’’ kata Suminah kemarin (13/1).

Kondisi itu tak membuat Dinda patah semangat.  Antusiasme Dinda untuk mengenyam pendidikan layaknya anak-anak normal sangat tinggi. Saat berusia lima tahun, Dinda sempat merasakan pendidikan anak usia dini (PAUD), namun di tengah perjalanan gadis cilik itu harus berhenti sekolah.

Sebab, ibunya tidak lagi bisa menemanya setiap hari di kelas. Suminah harus menjalani operasi luka di kaki akibat diabetes yang diderita. Hingga Suminah pun tidak lagi fokus pada pendidikan anaknya yang punya semangat tinggi.

Siswanto, kakak Dinda Siswanto, meyebut meski kondisi adiknya tidak normal, namun bercita-cita jadi dokter. Hanya, keterbatasan ekonomi, membuatnya pilu. Pemuda 21 tahun juga yang jadi salah satu tulang punggung keluarganya ini hanya pasrah menerima keadaan. Laki-laki yang bekerja di salah satu pabrik konveksi di Magetan itu berharap ada bantuan untuk membantu penyembuhan ibunya dan adiknya yang lumpuh.

Dinda, anak yatim itu, bertekad ingin tetap sekolah demia mengejar cita-citanya jadi dokter. Namun dia paham kondisi keluargannya yang kekurangan dan hanya mengandalkan kakak kandungnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dia pun mengharap ada orang baik hati yang bisa membantunya sekolah seperti teman sebanyanya. ‘’Aku ingin sekolah, aku tidak mau bodoh,’’ ucapnya. (mgc/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here