Pacitan

Anak Punk Diamankan Polisi Lantaran Bawa Alkohol 70 Persen

PACITAN – Tujuh anak punk digelandang petugas Satpol PP Pacitan lantaran bikin gaduh dan Membuat gaduh dan meresahkan masyarakat Selasa (25/6). Mereka diamankan di Jalan RA Kartini setelah salah seorang di antaranya memukul kendaraan pikup lantaran tak mau memberi tumpangan. ‘’Anak-anak ngakunya mau ke pantai Klayar. Sampai di Pacian uang sakunya habis,’’ kata Murtadho, anggota Satuan Bakti Pekerja Sosial Kementrian Sosial di Pacitan.

Dari tujuh anak itu, tiga masih di bawah umur. Sekitar 15 sampai 17 tahun. Seorang di antaranya perempuan. Murtadho menyayangkan aksi pencarian jati diri yang dipilih para ABG tersebut. Tak hanya mengamen, mereka juga membawa tiga botol akohol 70 persen yang rencananya dicampur minuman berenergi untuk ditenggak. ‘’Sungguh miris. Anak-anak ini seharusnya belajar,’’ terangnya.

Peran orang tua, lanjut dia, penting untuk menghindarkan para remaja dari pergaulan bebas jalanan. Tak hanya pengawasan, keluarga harus peduli terhadap buah hati mereka. Sebab, masa remaja rentan terjerumus dalam salah pergaulan negatif. Apalagi mereka sudah nge-punk sejak 1,5 tahun silam. ‘’Setelah kami data dan mintai keterangan bersama satpol PP, mereka kami pulangkan,’’ jelasnya.

Betris, salah seorang anak punk, ikut bergabung setelah diajak rekannya nonton konser musik setahun lalu. Warga Sidoarjo, Jawa Timur, itu telah lulus SLTP. Pun berencana melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya. Namun urung lantaran jadi anak punk. ‘’Sekarang sudah gak sekolah satu tahun mungkin,’’ ungkap remaja perempuan 15 tahun tersebut.

Saat diamankan di kantor satpol PP, kondisi mereka kurus. Mengenakan kalung dan rantai di saku celana mereka. Saat dimintai keterangan, mereka mengaku acap berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain mencari hiburan. Baru tiba di Pacitan kemarin. Untuk makan mereka mengandalkan uang dari hasil mengamen. (gen/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close