Anak Muda pun Turut Melaut

88

PACITAN – Semangat bahari Yoga Saputra tak perlu diragukan lagi. Pemuda 23 tahun itu telah melintang menerjang berbagai jenis gelombang. Mata pencarian sebagai nelayan itu telah digeluti sejak tiga tahun silam. Darah bahari mengalir dari orang tua dan kakeknya. ‘’Sejak lulus SMK saya jadi nelayan. Tapi sebelum itu juga sering ikut Bapak cari ikan,’’ katanya.

Dua hari sekali, warga lingkungan Teleng, Sidoharjo, Pacitan, itu melaut bersama sejawatnya. Saat musim ikan layur seperti saat ini, dia bisa bertahan di tengah Samudra Indonesia hingga empat hari. Meski tak jarang gulungan ombak hampir setinggi lambung kapal keras menghantam perahunya. ‘’Sudah sering kena ombak, kalau memang bahaya biasanya batal melaut atau menepi di pulau,’’ ujarnya.

Yoga belajar melaut sejak masih kecil. Hingga tak ingat kapan mulai ikut ayahnya memancing di sekitar Pelabuhan Tamperan. Seiring bertambahnya usia, dia ikut membantu mengangkat jaring dari atas kapal. Itu telah jadi tradisi turun-temurun keluarganya dari tiga generasi. ‘’Kakek juga nelayan, kalau buyut kurang tahu. Mungkin nelayan juga,’’ tuturnya.

Sekali melaut, pendapatannya tak menentu. Terkadang, hampir Rp 1 juta. Itu jika didukung cuaca bagus dan kapal yang banyak. Pun sedang musim ikan. Namun, beberapa waktu terakhir kondisinya kurang mendukung. Selain musim baratan, ikan juga tidak banyak. ‘’Kebanyakan ikan layur,’’  sebutnya.

Berbeda dengan Andika. Laki-laki asal Sendangbiru, Malang, itu, sudah lima tahun menekuni dunia bahari. Bukan sebagai nelayan tapi pemilik dua kapal yang disewakannya ke para nelayan. Itu juga bisnis keluarga besarnya. ‘’Biasanya saya sediakan perbekalan, nanti hasil ikannya saya lempar (jual, Red) ke pengepul langsung,’’ terangnya.

Sebelum punya kapal, Andika juga jadi nelayan. Sehingga, dia hafal di luar kepala seluk beluk perikanan. Setiap musim layur misalnya, dia pasti ke Pacitan. Minimal, kapalnya bakal bertahan empat bulan. ‘’Selama itu juga saya terus di sini, nanti kalau ganti musim ganti lokasi lagi. Tapi tiap tahun pasti ke sini,’’ terang Andika yang saat ini tinggal di lingkungan Teleng, Pacitan, itu. (mg6/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here