Madiun

Anak Dokter dan Perawat Masuk Jalur Khusus

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA/SMK online memasuki tahap kedua Senin (22/6). Para pendaftar yang tidak tertampung pada tahap pertama akan ditampung pada tahap lanjutan ini lewat jalur pendaftaran sistem zonasi. ”Tahap pertama jalur afirmasi, jalur prestasi, dan perpindahan orang tua sudah selesai. Bahkan beberapa peserta sudah daftar ulang lewat online,” kata Kepala SMAN 02 Kota Madiun Pramujo Budiarto Senin (22/6).

Sesuai peraturan PPBD tahun pelajaran 2020/2021, kuota untuk jalur zonasi minimal 50 persen. Pramujo menyebut dalam tahap kedua ini bakal menerima sekitar 153 peserta didik. Itu merupakan 50 persen dari jumlah pagu yang diterima tahun ini sekitar 306 calon siswa. ”Jarak pendaftar jalur zonasi terjauh, 1 kilometer lebih 100 meter. Titik zonasi telah ditentukan di awal saat peserta didik mengambil PIN,” ujarnya.

Tahap ketiga jalur zonasi ini setidaknya akan menyerap 1.921 calon peserta didik di Kota Madiun. Jumlah itu separo dari 3.842 jumlah peserta didik yang diusulkan Cabang Dinas Pendidikan Madiun. ”Peserta didik yang tidak diterima di jalur zonasi bisa mengikuti tahap ketiga. Yaitu jalur prestasi dengan pertimbangan rata-rata nilai rapor mulai dari semester 1-5,” terangnya.

Pada tahap pertama, SMAN 02 Kota Madiun telah memenuhi 25 persen kuota dari jalur afirmasi, prestasi, dan perpindahan orang tua. Untuk jalur afirmasi tidak hanya diperuntukkan calon peserta didik tidak mampu. Juga tersedia kuota bagi calon peserta didik dari anak buruh. ”Sedangkan untuk anak tenaga medis, kuotanya kemarin hanya 1 persen. Berarti hanya empat orang yang diterima dari 10 anak tenaga medis yang mendaftar. Dua anak dokter dan dua anak perawat yang secara langsung menangani pasien Covid-19 di rumah sakit rujukan,” paparnya. (mg3/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close