Anak Berkebutuhan Khusus Tampil Memukau

105

MADIUN – Ribuan anak berkebutuhan khusus (ABK) Madiun Raya tumpek blek di kawasan parkir Carefour Kota Madiun kemarin (9/12). Event Gebyar Difabel Madiun 2018 tersebut untuk memeriahkan Hari Disabilitas Internasional (HDI) yang diperingati setiap 3 Desember. ’’Saya bangga bisa berkumpul bersama anak-anak yang tetap berprestasi dan menginspirasi di tengah keterbatasan yang dimiliki,’’ kata Sekda Rusdiyanto yang mewakili Wali Kota Sugeng Rismiyanto.

Rusdiyanto meminta para ABK optimistis dan yakin. Pemkot selalu berkomitmen memberi ruang bagi kaum difabel dalam berekspresi, berkarya, dan berusaha. Sehingga keberadaan anak-anak spesial itu sama di tengah-tengah masyarakat. ’’Jangan minder dan berkecil hati. Perjuangan dan kerja keras, pasti cita-cita akan terwujud,’’ tegasnya.

Gebyar Difabel Madiun 2018 juga dimeriahkan penampilan memukau dari murid-murid sekolah luar biasa (SLB). Mulai kesenian dongkrek, tari daerah, baca puisi, menyanyi, dan peragaan busana. ’’Alhamdulillah ini tahun kedua komunitas special parent Madiun,’’ kata Mimin Andarini, ketua panitia event Gebyar Difabel Madiun.

Di tahun kedua, jumlah peserta kali ini mencapai lebih dari kuota yang ditentukan panitia. Panitia menyiapkan 1.500 tiket jalan santai. Namun, jumlah peserta membeludak  hingga 2.000 orang. Mencakup peserta dari SLB dan komunitas se-eks Karesidenan Madiun.  ’’Mereka dari Kabupaten Madiun, Magetan, Ngawi, Ponorogo, dan Nganjuk,’’ paparnya.

Dokter spesialis kesehatan jiwa RSUD dr Soedono Susiati mengapresiasi kegiatan HDI ini. Sebab, acara tersebut berdampak positif bagi tumbuh kembang anak  berkebutuhan khusus (ABK). ABK tampil dengan bakat dan talenta yang mereka miliki, efektif menumbuhkembangkan rasa kepercayaan diri mereka. ’’Juga untuk pengasuh mereka, bertemu orang tua dan pengasuh lain untuk saling bertukar rasa dan sharing dapat meringankan beban mereka,’’ jelasnya. (mg2/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here