Madiun

Aman, Stok Elpiji Subsidi Tercukupi

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Stok gas elpiji subsidi dipastikan aman selama pandemi. Penjualan tabung gas melon 3,5 kilogram hanya tersendat di awal pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). ‘’Awal Maret dulu memang tidak ada yang beli. Sekarang sudah berangsur normal kembali,’’ kata Subiantono, pemilik pangkalan gas elpiji di Jalan D.I. Panjaitan, Rabu (9/9).

Sumawan merasakan hal sama. Di awal pandemi, pemilik pangkalan gas elpiji di Nambangan Lor, Manguharjo, itu sempat kehilangan banyak pelanggan. Sebab, kala itu banyak pedagang kaki lima (PKL) tidak diperbolehkan berjualan. Padahal, sebelumnya pedagang pecel, bakso, dan lainnya biasa membeli elpiji 4-5 tabung melon sehari. ‘’Sekarang stoknya malah sampai kekurangan. Sehari biasanya dikirim 110 tabung, hanya dapat 80 tabung,’’ ungkapnya.

Meski demikian, Sumawan memandang pasokan stok dari Pertamina tetap lancar. Distribusi dari stasiun pengisian bahan bakar elpiji (SPBE) ke agen lalu disalurkan ke pangkalan tidak mengalami kendala selama mewabah korona. Harganya pun stabil. Di tingkat pangkalan masih dibanderol Rp 17 ribu per satu tabung. ‘’Harga dan stok aman,’’ sebutnya.

Suyadi menegaskan pendistribusian gas elpiji di Kota Madiun terpantau aman. Salah seorang pekerja di gudang agen gas elpiji itu tak merasakan kendala berarti. Sebagai tangan pertama, gudang tempatnya bekerja itu masih dapat menyalurkan 11 truk berisikan 560 tabung gas elpiji. ‘’Itu pasokan harian untuk Madiun Raya,’’ tuturnya. (mg3/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close