Alun-Alun Pacitan Sunah untuk Kampanye Pemilu

87

PACITAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pacitan menyunahkan alun-alun untuk arena kampanye. Rekomendasi tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi (rakor) membahas lokasi kampanye dengan pemkab setempat di Ruang Krida Pembangunan (RKP) Kamis (8/2). ‘’Sebab, alun-alun dekat lembaga pendidikan dan tempat ibadah,’’ kata Ketua KPU Pacitan Damhudi kemarin (9/2).

Di sekeliling alun-alun terdapat sejumlah fasilitas publik yang dilarang untuk kegiatan politik. Sisi selatan ada SMPN 1 Pacitan, SMPN 2 Pacitan, SDN Baleharjo 1 dan SDN Baleharjo 2. Sedangkan di barat terdapat Masjid Agung Darul Falah dan utara Pendopo Pemkab Pacitan. ‘’Di situ kan (alun-alun, Red.) dapat digunakan, berati tidak wajib. Bahasanya seperti itu,’’ ujarnya.

Terlebih masa kampanye berbarengan dengan pelaksanaan ujian sekolah. Pun dikhawatirkan mengganggu kegiatan ibadah. Meski begitu, jika alun-alun tetap digunakan sebagai lokasi kampanye pemilu juga tidak melanggar aturan. Pihaknya sekadar mempertimbangkan konsekuensi muncul gangguan dari kegiatan kampanye. KPU pun pasrah pada Pemkab Pacitan terkait lokasi yang bisa digunakan untuk kampanye. ‘’Kan ada lapangan, stadion atau tempat terbuka lainnya,’’ tambahnya.

Menurut dia, penyerahan lebih cepat diberikan lebih baik. Meski begitu, dia memasang deadline hingga 24 Maret mendatang. Nantinya keputusan lokasi yang bisa digunakan kampanye tersebut bakal disusun dalam surat keputusan (SK) KPU. ‘’Sekarang tinggal tunggu jawaban pemda,’’ tuturnya.

Damhudi mengungkapkan rakor tersebut berawal dari surat yang dikirimkan KPU ke bupati Pacitan terkait permintaan lokasi yang bisa digunakan kampanye rapat terbuka. Satpol PP menginisiasi dengan mengundang KPU, Bawaslu dan sejumlah perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD). ‘’Padahal kami juga punya agenda rakor dengan pemerintah daerah dan para parpol,’’ jelasnya.

Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Samsul Hadi menyebut lokasi kampanye belum didapatkan. Menurut dia, seluruh OPD bakal menggelar rapat. Tujuannya, mengambil keputusan terbaik. Termasuk penggunaan alun-alun sebagai lokasi kampanye. ‘’Keputusan belum final. Kami masih menunggu. Nanti ada rakor intern, sedangkan KPU juga ada rakor dengan instansi terkait,’’ ungkapnya. (odi/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here