Aliansi Mahasiswa Tolak People Power

91

PONOROGO – Santer seruan gerakan kedaulatan rakyat (people power) ditentang Aliansi Mahasiswa Ponorogo. Aksi penolakan itu disuarakan di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ponorogo, Jumat (17/5).

Orasi didengungkan sejak titik kumpul di Jalan Soekarno Hatta. Dilanjutkan konvoi sembari membawa bendera dan poster bertuliskan tolak people power. Hingga berhenti di depan kantor KPU setempat. ‘’Kalau kita nggak percaya lagi sama pemerintah, lantas siapa yang akan kita percaya,’’ kata koordinator aksi Rian Pratama.

Mahasiswa juga mendukung penuh KPU dan Bawaslu. Atas seluruh jerih payah dalam melaksanakan Pemilu 2019. Pun, memberikan dukungan agar kinerja KPU dan Bawaslu tidak terganggu dengan tekanan apa pun. AMP yang terdiri dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) juga meminta warga tidak terprovokasi dengan tuduhan penghitungan curang. ‘’Kami menolak dengan tegas aksi yang dapat memecah belah bangsa,” ungkapnya.

Rian menegaskan, aksi ini melawan kelompok yang mencoba membangun narasi kecurangan dalam proses demokrasi. Menurutnya, hal itu justru membuat proses demokrasi di negeri ini tidak tumbuh dewasa. ‘’Jika jalan yang ditempuh seperti itu, kapan demokrasi di negara kita dapat dewasa?’’ sambungnya.

Usai orasi, puluhan mahasiswa melaksanakan salat gaib di depan KPU setempat. Guna mendoakan para pejuang demokrasi yang telah gugur dalam tugasnya mengawal pemilu serentak, 17 April lalu. Aksi ini juga sempat memaksa petugas keamanan yang mengawal aksi menghentikan arus lalu lintas sementara. ‘’Semoga NKRI ini dijauhkan dari orang-orang yang hendak merusak bangsa ini,’’ tuturnya.

Ketua KPU Ponorogo Fauzi Huda menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan barisan mahasiswa. Dia pun berharap seruan itu dapat didengarkan seluruh warga. ‘’Agar tidak terprovokasi dengan seruan adanya aksi besar-besaran 22 Mei mendatang,’’ kata Fauzi. (mg7/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here