Ali Mufthi: Setelah Itu, Jangan Lepas Tangan!

167

PONOROGO – Wakil rakyat urung memberi apresiasi. Kendati ribuan pedagang akhirnya mulai direlokasi hari ini. Relokasi segera diikuti pembangunan ulang (rebuild) Pasar Legi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). ‘’Pemkab dikatakan sukses merelokasi ketika semua kondusif. Tidak hanya pedagang dan masyarakatnya lancar dalam bertransaksi kembali. Juga, mengakomodasi berbagai stakeholder yang ada,’’ kata Ketua DPRD Ali Mufthi kemarin (1/1).

Menurut Ali, tantangan yang dihadapi pemkab tidak berhenti begitu pedagang mulai boyongan ke pasar sementara. Pemkab wajib untuk terus mengawal kondusivitas transaksi di pasar sementara. Diakui politisi Partai Golkar itu, pasar merupakan titik krusial dalam kelangsungan ekonomi di Bumi Reyog. Pemkab wajib mengawal dan mengelola pemindahan pedagang ini dengan baik agar tertib dan lancar. ‘’Setelah itu, jangan lepas tangan. Tetap harus mengelola dengan baik. Ada ribuan pedagang yang menggantungkan nasibnya,’’ ujar Ali.

Pemindahan pedagang juga berdampak pada rencana pemerintah pusat membangun ulang Pasar Legi. Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran tak kurang dari Rp 244 miliar dari APBN. Dengan anggaran sebanyak itu, Pasar Legi dijanjikan desain bertingkat bergaya modern. Kelak ketika sudah jadi, keamanan serta kenyamanan pedagang dan pembeli tentu lebih terjamin. Terlebih, pembangunan proyek kakap itu dijanji selesai dalam satu tahun anggaran (single year).

Menurut Ali, saat ini berbagai tahapan persiapan sudah dilakukan. Analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) dan amdal lalu lintas (amdal-lalin) rampung disodorkan. Tinggal appraisal yang menunggu setelah relokasi. ‘’Ini proyek besar. Menggunakan ratusan miliar uang negara. Sudah sepatutnya pemkab mendukung kelancarannya,’’ tegas Ali. (naz/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here