Alfi Dikenal Sosok Kutu Buku, Pintar, dan Pendiam

348

It’s dark inside, I want save that light. Alfiani Hidayatul Solikah mem-posting kata mutiara itu di akun Instagram-nya, Kamis (25/10). Sebelum pesawat Lion Air JT 610 yang diawakinya dikabarkan terjatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, kemarin (29/10).

………………………

KELUARGA besar Slamet dan Kartini, orang tua Alfiani Hidayatul Solikah di Desa Mojorejo, Kecamatan Kebonsari, harap-harap cemas. Kemarin (29/10) perwakilan keluarga berangkat ke Jakarta untuk memastikan kabar tersebut. ‘’Kakak sepupunya perjalanan ke Jakarta untuk memastikan,’’ kata Sukarno, paman Alfi –sapaan Alfiani Hidayatul Solikah.

Keluarga Alfi menutup diri dengan awak media ketika rumahnya dikunjungi kemarin siang. Mereka menolak membicarakan ihwal gadis yang genap 20 tahun pada Desember nanti itu. Baik ketika ditanya seputar awal mula keluarga memperoleh kabar duka tersebut hingga sosok Alfi di mata keluarga dan kerabatnya. Sukarno menyatakan keluarga masih shock. ‘’Mohon doanya agar kondisinya (Alfi, Red) baik-baik saja,’’ ujarnya.

Wijayanti, saudara sepupu Alfi, mengungkapkan bahwa kabar duka itu datang langsung dari Lion Air. Maskapai penerbangan itu menyampaikan lewat sambungan telepon bila saudaranya tersebut menjadi korban pesawat jatuh. Dia sempat berkomunikasi dengan Alfi menjelang pesawatnya takeoff lewat sambungan telepon. Tidak banyak yang diobrolkan. Sebatas mengabarkan hendak terbang ke Pangkal Pinang, Bangka Belitung. ‘’Tidak ada pembicaraan yang aneh, biasa saja. Sekadar say hello tanya kabar,’’ tuturnya sembari menyebut Alfi baru dua bulan menjadi pramugari.

Rumah Alfi di utara jalan terlihat ramai sekitar pukul 13.00 kemarin. Sejumlah warga silih berganti masuk ke rumah berlantai dua tersebut. Kalangan perempuan duduk di tikar dalam rumah. Sedangkan yang pria duduk di kursi teras depan. Hingga pukul 14.30, rumah di RT 14 RW 07 itu tetap ramai didatangi warga. ‘’Tetangga berdatangan sejak pagi tadi (kemarin, Red) memberikan semangat,’’ kata Sugiarto, ketua RT 14 desa tersebut.

Sugiarto mengungkapkan bahwa Alfi belum setengah tahun kerja menjadi pramugari. Slamet dan Kartini menggelar syukuran selamatan untuk anak tunggalnya itu setelah Lebaran tahun ini karena diterima kerja di Lion Air. Sejak saat itu dia belum pernah melihat tetangga yang tinggal tepat di samping rumahnya itu pulang. ‘’Bapak ibunya tinggal sendirian di rumah,’’ ujarnya sembari menyebut orang tuanya sebagai petani.

Menurut dia, Alfi seorang kutu buku. Cantik, pintar, pendiam, dan tidak neko-neko. Karenanya, dia sama sekali tidak kaget bila diterima menjadi pramugari. Meski jarang keluar rumah tapi akrab dengan tetangganya. Dia ikut kaget ketika mendengar warganya itu termasuk salah seorang dari 188 penumpang dan awak dari pesawat penerbangan Jakarta–Pangkal Pinang tersebut. ‘’Mudah-mudahan ada keajaiban,’’ ucapnya kepada Radar Mejayan.

Alfi merupakan lulusan SMAN 1 Dolopo 2017. Setelah itu melanjutkan D-1 sekolah pramugari di Jogjakarta. Kala masih bersekolah, dia aktif karang taruna di lingkungan tempat tinggalnya. Di tengah kesibukannya terbang dari satu pulau ke pulau lain, gadis berambut pendek itu terbilang aktif di media sosial (medsos). Unggahan Instagram terakhirnya Kamis lalu (25/10) paling menyedot perhatian publik sejak kabar musibah jatuhnya Lion Air JT 610. Hingga tadi malam, foto Alfi yang mengenakan hijab sedang berpose di bawah sejumlah lampion itu sudah memperoleh lebih dari 10 ribu likes. Juga, 4.000 komentar untuk gambar yang diberi keterangan it’s dark inside, I want save that light. ‘’Nangis aku, arti kata-katamu sangat mendalam,’’ tulis Nasrijimi, komentar salah seorang pengguna akun. (cor/mgc/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here