Randu Alas Highlands Challenge Ajang Promosi Daerah

93
ALL-OUT: Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono (tengah), Wakapolres Kompol Suhono, dan Pemred Radar Madiun Ockta Prana saat technical RAHC 2019.

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Bukan hanya soal race, Randu Alas Highlands Challenge (RAHC) 2019 dikonsep jadi ajang promosi daerah. Itulah yang menjadi keinginan Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono menggelar event bersepeda tersebut. Paling menggembirakan, pesertanya tak hanya dari Indonesia. ’’Ada seorang cyclist dari India, ini luar biasa,’’ kata Ruruh  saat technical meeting (TM) dengan Jawa Pos Radar Madiun, perwakilan OPD di lingkup pemkab, serta kapolsek jajaran.

Pria kelahiran Ngawi itu menambahkan, konsep sport tourism dari event RAHC bekerja sama dengan Pemkab Madiun dan Jawa Pos Radar Madiun memang tepat. Sebab, Kabupaten Madiun memiliki potensi yang luar biasa. Jalur bersepeda memang menjadi idola. Khususnya, di kawasan Kare, yang berada di lereng Gunung Wilis. ’’Hampir setiap hari libur ada puluhan sampai ratusan pesepeda gowes ke arah Dungus, Kare, bahkan sampai Bodag,’’ ujarnya.

Ruruh menambahkan, untuk event perdana tahun ini sengaja yang dipilih dulu rute via Randu Alas. Semua peserta nanti akan start di halaman Polres Madiun pada 31 Agustus mendatang. Selanjutnya menyusuri jalan di kawasan kota-Nglames-kompleks alun-alun Kabupaten Madiun. Berikutnya, start race di kawasan lapangan Desa Blabakan menuju Randu Alas.’’Informasi dari panitia sudah sekitar 300 cyclist akan berpartisipasi, termasuk anggota-anggota polres,’’ jelasnya.

Untuk venue finis sengaja dipilih di taman yang masih berada di kompleks Monumen Kresek. Total  panjang rute yang harus diselesaikan para cyclist sejauh 74 km. Kapolres sudah mendengar kesiapan support dari Pemkab Madiun melalui OPD terkait. Seperti support dari DPUPR untuk proses perbaikan jalan di kawasan hutan Randu Alas. ’’Alhamdulillah, terima kasih sudah ikut menyukseskan event bersepeda ini,’’ ucapnya.

Termasuk dishub yang siap support petugas dan dinas pendidikan untuk pengerahan pelajar di sepanjang rute. Menurutnya, keberadaan pelajar akan memberi motivasi tersendiri bagi para peserta RAHC. ’’Tolong perwakilan dindik sesuaikan jadwal melintasnya dengan panitia. Agar tidak terlalu lama menunggu,’’ jelasnya.

Pada TM RAHC di ruang rapat Adi Pradhana, Mapolres Madiun, juga ikut dibahas teknis pengamanan. Kapolres memastikan model pengamanan di sepanjang rute yang dilalui. Termasuk, para cyclist yang bertahap dikelompokkan usai finis di Randu Alas. Pengelompokan itu untuk memudahkan dan mengantisipasi kerawanan ketika melewati jurang Dengkeng. ’’Kendaraan dari arah berlawanan akan diberhentikan ketika ada kelompok cyclist yang melintas. Titik itu selesai race, jadi lebih santai,’’ ujarnya.

Sementara, Pemimpin Redaksi Radar Madiun Ockta Prana Lagawira mengapresiasi Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono beserta jajaran yang sudah all-out. Termasuk, Bupati Madiun Ahmad Dawami melalui sejumlah OPD terkait yang memberikan dukungan. Event Randu Alas Highlands Challenge ini nantinya bisa dijadikan event tahunan bagi Polres Madiun maupun Pemkab Madiun. Tentu, ke depan persiapan yang lebih panjang. ’’Jika tahun ini ada satu cyclist India, tahun depan kalau bisa semakin banyak WNA yang berpartisipasi, dan pembalap nasional ikut terjun di race,’’ katanya.

Gelaran perdana ini juga menggemberikan. Para cyclist tidak hanya didominasi dari Madiun Raya. Tapi, juga berasal dari Solo, Jogjakarta, Surabaya, Cepu, Tulungagung, Sidoarjo, Mojokerto, dan Kediri. ’’Harus lebih bisa kompetitif lagi,’’ ujarnya.

Sementara, ketua tim commissaire Bambang Wisono pada TM kemarin mengatakan simulasi perdana sudah dilakukan pekan lalu. Dijadwalkan dalam waktu dekat digelar simulasi RAHC kedua. Sejauh ini kesiapan rute sudah bagus. Ini berkat perbaikan yang dilakukan pemkab. ’’Perbaikan itu krusial karena sebelumnya banyak lubang di jalur balapan. Alhamdulillah sudah diperbaiki,’’ ucapnya.

Dia menjelaskan, diestimasikan panjang rute balapan sekitar 15 kilometer. Titik race di kawasan lapangan Desa Blabakan. Masing-masing kategori kelompok umur akan start berbeda. Untuk yang non-race jangan khawatir. Sebab, jika tidak kuat sampai finis sudah disediakan truck loading dari Polres Madiun. ’’Dengan catatan semua kendaraan itu harus berhenti dulu sedikit lama di lapangan Blabakan, menunggu sampai peserta race berangkat,’’ jelas pria yang juga Store Manager Matahari Sun City tersebut.

Bambang menambahkan, pun sudah disepakati diterjunkan tim marshal dari Polres Madiun. Minimal jumlahnya 15 orang. Ditambah ada 10 road captain (RC) bagi para cyclist. ’’Tidak boleh mendahului RC ketika masih fun dulu, yakni dari start sampai lapangan Blabakan. Kalau sudah race ya bebas,’’ tuturnya.

Ketua harian ISSI Kota Madiun itu mengapresiasi pula inisiatif dari Polres Madiun menggelar event bersepeda RAHC. Menurutnya, event ini menjadi sarana efektif untuk mengampanyekan bersepeda. Selain itu, agar bisa menjaring bibit-bibit unggul atlet bersepeda. ’’Kalau bisa semua daerah di Madiun Raya bisa menggelar event bersepeda bergengsi seperti Randu Alas ini,’’ pungkasnya. (mgc/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here