Aktor Pria ‘’Mejayan Bergoyang’’ Terancam Pidana 15 Tahun

479

MADIUN – Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga. Sebelum video adegan syurnya dengan Put menjadi viral di media sosial (medsos), Ron ternyata telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan persetubuhan. ‘’Laporan video itu masuk ke kami pada 13 Desember 2018,’’ kata Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Logos Bintoro kemarin (25/1).

Logos mengatakan, dari hasil penyelidikan, aktor dan aktris video itu mengarah pada Ron dan Put. Hasil gelar perkara, Ron ditetapkan sebagai tersangka. Remaja itu dikenai pasal 81 dan 82 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) 1/2016 tentang Perlindungan Anak.

Penyidik juga mencantumkan Undang-Undang (UU) 11/2008 tentang Informasi dan Teknologi Elektronik (ITE). ‘’Tapi tidak ditahan karena tersangka masih bersekolah. Hanya wajib lapor,’’ ujar Logos kepada Radar Mejayan.

Hasil penyelidikan, video adegan hohohihe berdurasi 6 menit 51 detik itu dibuat pada Oktober dua tahun silam. Kala itu, Put dan Ron masih tergolong anak-anak dengan usia belum genap 18 tahun. Terlepas dasar suka sama suka, penyidik menjerat Ron pasal 81 dan 82 Perppu 1/2016 lantaran posisi korban adalah anak.

Ditanya alasan tidak diversi atau perkara diselesaikan di luar peradilan pidana, Logos menyebut ancaman pidana Ron maksimal 15 tahun. Sedangkan langkah diversi jika ancaman pidananya tidak lebih lima tahun. ‘’Bisa diproses karena usia tersangka saat ini sudah 18 tahun,’’ tuturnya.

Logos tidak bisa berkomentar soal adegan mesum Ron dan Put sudah pernah tersebar pada awal 2018. Juga tak bisa memastikan bahwa pascavideo kali pertama beredar, Ron telah didiversi. Pihaknya hanya mengusut tersebarnya video persetubuhan akhir tahun lalu. ‘’Kalau pada akhirnya ramai tersebar lagi, kami kurang tahu,’’ ucapnya.

Mantan kasat reskrim Polres Madiun Kota itu menambahkan, penanganan kasus tersebut tidak lama lagi masuk meja hijau. Pihaknya segera melimpahkan perkara ke kejaksaan negeri (kejari). Pemberkasannya sudah hampir rampung. ‘’Tinggal nanti lengkap tidaknya berkas hasil penilaian jaksa penuntut,’’ katanya.

Sebelumnya, warga internet (warganet) dihebohkan dengan video mesum Ron dan Put yang viral di WhatsApp. Padahal, rekaman adegan di dalam kamar itu kali pertama beredar awal 2018. Kepala Desa (Kades) Blabakan Agus Prasetya mengklaim masalah sudah selesai. Dia mengaku ikut membantu mendamaikan dua anggota keluarga Ron dan Put pascavideo panas kedua pelajar SMA di Mejayan itu beredar luas.

Sementara, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Madiun-Ngawi Supardi mengaku pihaknya tidak bisa melakukan pembinaan atau intervensi. Sebab, sudah tidak menjadi tanggungan lembaganya. Put pindah ke salah satu pondok pesantren di Ponorogo per 10 Desember 2018. Lima hari berselang giliran Ron yang mengundurkan diri. Keduanya diklaim mundur atas inisiatif sendiri. (cor/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here