Pacitan

Aktivitas Donor Darah Menurun di Bulan Ramadan

PACITAN – Stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Pacitan menipis. Penyebabnya, jumlah pendonor menurun sejak dua pekan terakhir. ‘’Sejak memasuki Ramadan aktivitas donor darah memang berkurang,’’ kata dr Erisa Maisutadevi Mara, kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Pacitan Kamis (16/5).

Menurut Erisa, kondisi tersebut selalu terjadi setiap tahun selama Ramadan. Selain khawatir puasa batal, banyak yang takut akan lemas setelah mendonorkan darahnya. Atas alasan tersebut, PMI pun tidak bisa memaksa. Meski sebenarnya butuh banyak stok darah untuk mengantisipasi hal-hal terburuk pada musim mudik Lebaran. ‘’Kami sarankan para pendonor datang malam hari,’’ pintanya.

Untuk mengantisipasi kekurangan stok darah, PMI harus mengintensifkan donor darah. Setiap hari, PMI buka untuk donor darah mulai pukul 08.00 hingga pukul 21.00. Pada malam hari, terkadang ada beberapa pendonor. Selain melayani donor darah di markas PMI, juga jemput bola melalui kerja sama dengan beberapa event Ramadan. ‘’Sebisa mungkin harus mencukupi,’’ harapnya.

Per Rabu (15/5) lalu, stok darah di PMI relatif minim. Untuk golongan A hanya tersisa 16 kantong, golongan B 46 kantong, serta golongan O 61 kantong, dan golongan AB 44 kantong. Sementara kemarin (16/5) permintaan darah golongan A naik signifikan hingga hanya menyisakan 5 kantong.

PMI Pun tak bisa memilih golongan darah yang didonorkan masyarakat. Erisa berharap dalam waktu dekat pihaknya dapat menyeimbangkan kembali stok darahnya. ‘’Kalau hari-hari biasa golongan darah A itu minimal sekitar 20 kantong. Paling rendah AB, tapi ini masih cukup banyak,’’ sebutnya.

Jika stok darah habis, pendonor keluarga bakal diutamakan saat kejadian terburuk yang membutuhkan darah. Pasalnya dalam setiap keluarga dipastikan terdapat golongan darah yang sama dengan pasien yang membutuhkan. Opsi lainnya menggunakan golongan darah O yang dapat didonorkan pada golongan darah A. ‘’Namun kami tetap prioritaskan golongan darah yang sama untuk donor,’’ pungkas Erisa. (gen/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close