Ngawi

Aksi Sosial Binti Nuraini dkk dari SMK Muhammadiyah 1 Ngawi Peduli Bencana Angin Kencang

Tiga Hari Galang Dana Terkumpul Rp 10 Juta

Dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat terjangan angin kencang di sejumlah wilayah di Ngawi menggerakkan jiwa sosial masyarakat. Misalnya yang dilakukan oleh Binti Nuraini. Dia bersama dengan teman-temannya di SMK Muhammadiyah 1 Ngawi bergerak menggalang dana demi membantu para korban bencana angin gambul.

=============================

SUGENG DWI NURCAHYO, Ngawi, Jawa Pos Radar Ngawi

BERBEKAL kotak kardus Binti Nuraini bersama dengan kawan-kawannya yang tergabung dalam takmir masjid SMK Muhammadiyah 1 Ngawi rela berpanas-panasan di perempatan Kartonyono, Kamis (14/11) lalu. Di sisi luar kardus bekas mie instans itu tertulis Ngawi Peduli Bencana Gunungsari, Kasreman. Sekejap ketika kardus tersebut diulurkan kepada pengendara yang melintas, lembaran uang rupiah mengucur.

Senyum dan jawaban terima kasih langsung terlontar dari mulut para teman-teman Binti seketika itu juga. Dia mengaku penggalangan dana tersebut sudah dilakukan selama tiga hari terakhir. Selama itu, dana yang terkumpul mencapai Rp 10 juta.

Selanjutnya, uang tersebut diberikan oleh Binti dkk kepada warga Kasreman dan Bringin yang rumahnya ambruk diterjang angin kencang pada Senin (11/11) lalu. Saat itu, memang hujan turun disertai dengan angin gambul. Dampaknya, beberapa rumah penduduk porak-poranda. Sementara, bentuk bantuannya nanti diwujudkan berupa sembako. ‘’Penggalangan dana dilakukan sejak pagi sampai sore,’’ katanya.

Binti mengaku, kegiatan sosialnya itu sudah mendapat izin dari pihak sekolah. Sehingga, selama tiga hari berturut-turut tersebut dirinya absen mengikuti sejumlah pelajaran dari guru. ‘’Tapi, menjelang siang kami kembali ke sekolah untuk mengikuti beberapa pelajaran. Kegiatan penggalangan dana dilanjutkan lagi sepulang sekolah,’’ terang siswi kelas X jurusan Akuntansi SMK Muhammadiyah 1 Ngawi itu.

Untuk menyiasatinya, dia meminjam catatan teman sekelasnya yang kebetulan tidak ikut menggalang dana. Dari situ, Binti bersama dengan kawannya yang lain tak khawatir ketinggalan pelajaran.

Binti menyebut aksi sosialnya tersebut bukan kali pertama ini dilakukan. Sebelumnya, saat gempa bumi melanda Palu lalu mereka ikut menggalang dana bagi korban bencana. ‘’Kendalanya cuaca panas dan berdebu. Tapi, kami menganggap itu bukan persoalan besar. Karena kami melakukan gotong-royong ini demi membantu sesama,’’ paparnya.

Lebih lanjut, dia berharap kegiatan tersebut bisa melecutkan jiwa sosial masyarakat lainnya. Karena uluran tangan dan aksi mereka setidaknya bisa meringankan beban korban bencana. ‘’Paling penting, kami berharap bencana serupa tidak kembali terulang,’’ harap Binti. ****(her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close