Aksi Pencurian Mesin Tempel Libatkan Oknum Pelajar

69

PACITAN – Misteri hilangnya mesin tempel perahu milik Ahmad Bibit, warga Desa Sirnoboyo, Pacitan, pertengahan Februari lalu, terkuak.  Kasus itu terjadi di Pelabuhan Tamperan, Sidoharjo, Pacitan, yang notabene ramai aktivitas bahari. Awal Maret lalu, jajaran Polres Pacitan berhasil membongkarnya. Pelakunya Agus Sumarno, 31, yang juga nelayan setempat.

Kasat Reskrim Polres Pacitan AKP Imam Buchori mengungkapkan, keberhasilan mengungkap kasus tersebut setelah pihaknya mengendus adanya kejanggalan di perahu tersangka. Beda dari biasanya, mesin tempel serupa mejeng di perahu Agus yang terparkir di Sungai Teleng, tak jauh dari pelabuhan. Ternyata, mesin tersebut milik Ahmad yang hilang beberapa waktu lalu. ‘’Barang bukti langsung kami amankan,’’ beber Imam kemarin (26/3).

Hasil pengembangan kasus, Agus tak sendirian saat beraksi. Warga lingkungan Teleng, Sidoharjo, Pacitan, itu melibatkan KUS, 18, salah seorang oknum pelajar sekolah menengah atas di Pacitan. Sebenarnya, petugas lebih dulu mencokok KUS di rumahnya. Dari pengakuan KUS, muncul nama Agus sebagai pelaku utama. ‘’Setelah sempat menghilang tiga hari dan dilakukan pendekatan oleh keluarga, pelaku menyerahkan diri ke Mapolres Pacitan,’’ tambah Imam.

Modusnya, saat beraksi Agus minta KUS berjaga di sekitar pelabuhan. Bermodal perahu Kulo Monggo miliknya, pelaku mempreteli mesin seharga Rp 27 juta itu dan membawanya ke tengah laut. Selanjutnya dipasang di perahunya dan dibawa ke tepi sungai. ‘’Setelah berhasil dicopot dan dibawa ke tengah, KUS diminta pulang,’’ jelasnya.

Pelaku beraksi sekitar pukul 01.00, Minggu lalu (17/2). Sebagai nelayan, di paham betul kondisi pelabuhan yang minim pengawasan. Sementara, lokasi perahu yang diparkir di sisi selatan dermaga juga jauh dari pandangan nelayan lainnya. ‘’Pelaku mengaku baru kali pertama melakukan aksi tersebut, tapi kami tetap kembangkan,’’ ujar kasat reskrim.

Dia berharap para nelayan atau warga yang mendapati aksi pencurian untuk melapor ke pihaknya. Pun meningkatkan pengamanan di pelabuhan terbesar di Pacitan itu. ‘’Informasinya memang ada pencurian lainnya, tapi masyarakat tak melapor. Terkait kasus lain akan terus kami kembangkan,’’ terangnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka bakal dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. ‘’(KUS, Red) sudah dewasa, dari keluarga belum ada pengajuan penangguhan penahanan,’’ tutur Imam saat disinggung terkait status pelajar KUS. (gen/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here