Akses ke Sekolah Banjir, Siswa Nyeker

108

MADIUN – Pemandangan berbeda terlihat di SDN Pacinan, Balerejo, kemarin (26/3). Baik guru maupun siswa di sekolah tersebut nyeker alias tak bersepatu dalam kegiatan belajar-mengajar (KBM). Sepatu sebagian besar siswa basah terkena banjir yang menggenangi akses menuju sekolah sehingga rata-rata mereka mengenakan sandal.  ”Memang banyak tidak bersepatu, tapi secara umum banjir tidak mengganggu KBM,” kata Kepala SDN Pacinan Suharto.

Suharto menerangkan, genangan muncul akibat tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Balerejo sejak Senin sore (25/3). Malamnya genangan air mulai mengepung halaman sekolah dengan jumlah 113 siswa itu. Keesokan paginya kedalaman air di halaman dan lapangan sekolah mencapai 40 sentimeter. Beruntung, genangan tidak sampai masuk ke dalam ruang kelas. ”Sekitar dua jam, air sudah surut,” ujarnya.

Suharto bersyukur banjir kemarin tak mengulang bencana serupa awal bulan lalu. Sehingga satuan pendidikan dapat melakukan persiapan dan  pemantapan ujian tulis, khususnya bagi kelas VI. Ujian tersebut dijadwalkan berlangsung hari ini. ”Alhamdulillah tidak sampai parah. Besok (hari ini, Red) ujian bisa dilaksanakan,” ucapnya kepada Radar Mejayan.

Suharto menambahkan, salah satu upaya mencegah banjir menahun adalah dengan memperbaiki drainase jalan dekat sekolahnya. Saluran air di sepanjang jalan Desa Balerejo-Simo itu dinilai kurang lebar. Sehingga tak mampu menampung air ketika intensitas hujan tinggi. ”Air meluber karena saluran drainase tidak berfungsi dengan baik,” bebernya.

Pantauan Radar Mejayan, genangan tak hanya terjadi di Desa Pacinan, namun juga terlihat di Desa Dimong dan Ngadirejo, Wonoasri. Sejak pukul 22.00 Senin (25/3), ketinggian air di sana mencapai lutut orang dewasa. Air perlahan surut subuh hingga kemarin siang. (cor/c1/pra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here