Akselerasikan Smart City untuk PAD

1132
GUYUB: Wali Kota Madiun Maidi bersama awak media saat berkunjung ke Living Lab Smart City Nusantara di Jakarta.

JAKARTA, Jawa Pos Radar Madiun – Berbagai catatan penting siap dijadikan pertimbangan pemkot sepulang dari Jakarta demi memajukan Kota Madiun.  Salah satunya menciptakan smart city untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Untuk mewujudkannya, butuh tiga pilar utama berupa smart mobility, smart governance, dan smart people. ‘’Satu yang dapat kami peroleh di sini dan harus segera selesai tahun ini, adalah teknologi informasi (TI) menjadi pendeteksi pendapatan asli daerah (PAD),’’ kata Wali Kota Madiun Maidi saat berkunjung ke Living Lab Smart City Nusantara di Jakarta Jumat (20/9).

Dengan mengakselerasikan smart city untuk PAD, lanjut Maidi, retribusi atau pajak yang masuk ke kas daerah (kasda) bisa dipantau setiap sennya. Dalam skala lebih besar, smart city juga bisa memantau penyewaan aset daerah. Sekaligus menjadi fungsi kontrol penerimaan PAD. ‘’Apalagi Kota Madiun sangat dominan dengan kota jasa. Sehingga, sudah seharusnya penerapan smart city segera dilakukan,’’ ujar mantan sekda Kota Madiun itu.

Maidi menargetkan, dalam kurun waktu Oktober–Desember 2019, kegiatan pendeteksi pajak daerah di sektor perhotelan dan restoran (e-tax) harus bisa selesai. Sedangkan, terkait pemberlakuan e-parkir, pemkot masih akan terus mengkajinya. Termasuk mempelajari sistem serupa yang telah dilakukan oleh Pemkot Surakarta. ‘’Kami akan lihat dulu bagaimana polanya di sana. Dan, dari pola tersebut yang jelas tidak akan merugikan semua pihak,’’ ungkapnya.

Dia menambahkan, penerapan smart city tidaklah terlampau rumit. Karena yang perlu disiapkan oleh pemkot adalah perangkat teknologi informasinya dan sumber daya manusia (SDM)-nya. ‘’Nanti akan kami perkuat dengan peraturan wali kota (perwal). Termasuk di dalamnya mengatur mana-mana saja (aplikasi) yang akan digunakan,’’ terang Maidi.

Semua rencana program itu masuk dalam smart governance. Bahkan, sistem pemetaan modern dengan bantuan observatorium juga berpotensi diterapkan di Kota Madiun untuk proses pengelolaannya. Jadi, semua data tersimpan di satu tempat dan terintegrasi.

Pemetaan tersebut meliputi rencana tata ruang kota. Terintegrasinya data dapat mempermudah pengambilan kebijakan dan penyajian informasi kepada publik. Dengan begitu, investor lebih mudah mengakses informasi. Baik itu seputar perencanaan spasial, kebijakan-kebijakan tentang arsitektural, hingga konservasi bangunan. ‘’Untuk mewujudkan Madiun Smart City, kita harus secepatnya membuat program yang dapat mengakses semua kegiatan (terintegrasi). Begitu juga kegiatan yang dijalankan oleh pemkot bisa diakses oleh masyarakat,’’ jelas Maidi. (her/c1/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here