AKP Affan Priyo Wicaksono, Kasatlantas yang Eks Pemain Timnas Voli Indonesia

4313

PAPAN skor menunjukkan angka 24-22 untuk Indonesia. Wajah para pemain timnas voli putra Merah Putih maupun tuan rumah Thailand pun tampak tegang. Di tengah riuh sorak suporter, salah seorang pemain Thailand lantas mengambil servis.

Bola diterima seorang pemain Indonesia dan diarahkan ke tosser. Sang tosser kemudian mengarahkan bola dengan manis sebelum akhirnya di-smash keras rekannya tanpa bisa diblok lawan. Sontak para pemain Indonesia melompat kegirangan. Beberapa di antaranya sengaja melepas kaus, lalu berlari mengitari lapangan.

Euforia kemenangan itu terjadi pada final voli putra Sea Games 2007 di Thailand saat Indonesia memastikan medali emas cabang olahraga tersebut. Tidak tanggung-tanggung, kala itu tim Merah Putih mengalahkan tuan rumah tiga set langsung. ‘’Itu merupakan momen yang paling berkesan bagi saya,’’ kata Affan Priyo Wicaksono.

Ya, polisi berpangkat AKP yang kini menjabat kasatlantas Polres Madiun Kota itu memang mantan atlet timnas voli Indonesia. Bahkan, dipercaya membela Merah Putih pada tiga gelaran Sea Games berturut-turut sejak 2007 hingga 2011. ‘’Tahun 2007 di Thailand dapat emas. Dua tahun kemudian di Laos emas lagi. Sayang, waktu Sea Games di Palembang hanya memperoleh perak,’’ ujarnya.

Bakat Affan di voli mulai terlihat menonjol saat masih sekolah di SMAN 1 Maospati. Bahkan, kala itu dia pernah terlibat kejuaraan tingkat Asia di Hong Kong dan timnya berhasil menduduki peringkat kedua. Berkat prestasinya itu Affan direkrut klub voli profesional Samator Surabaya. ‘’Akhirnya kelas tiga SMA saya pindah ke SMA 1 Taman, Sidoarjo,’’ jelas pria 33 tahun ini.

Sejak bergabung dengan klub tersebut performanya kian moncer. Termasuk mengantar tim Indonesia menyabet emas Sea Games 2007 dan 2009. Sukses itu pula yang membuat Affan mendapatkan beasiswa dari kampusnya Universitas dr Soetomo (Unitomo) Surabaya. Juga tawaran masuk anggota Polri. ‘’Kami dapat tawaran langsung dari Pak Sutanto (Jenderal Polisi Sutanto, kapolri kala itu, Red),’’ kenangnya.

Namun, dari 12 pemain yang mendapat tawaran menjadi polisi, hanya Affan dan seorang temannya yang berminat mengambilnya. Sisanya memilih berkarir di perusahaan swasta. ‘’Ada juga yang tertarik tapi terbentur status individu sudah berkeluarga,’’ kata mantan kapolsek Keboncandi, Pasuruan, ini.

Meski sudah berseragam polisi, pria asli Maospati, Magetan, ini tetap tidak bisa jauh-jauh dari voli. Sebelum pindah tugas ke Kota Madiun, dia tercatat sebagai asisten pelatih Samator. ‘’Alhamdulillah, April lalu tim putranya berhasil menjuarai Proliga. Pastinya bangga,’’ kata Affan.

Kini, setelah menjabat sebagai kasatlantas Polres Madiun Kota, pria yang pada 23 April lalu menerima penghargaan dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian ini pun ancang-ancang menggairahkan olahraga voli di lingkup kerjanya. ‘’Saya kenal beberapa teman di sini yang hobi main voli,’’ sebutnya. ***(mg2/c1/isd)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here