Mejayan

Akibat 20 Perawat IGD Isolasi Mandiri, Geser Tugas Tenaga Medis

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Beban kerja para tenaga kesehatan di RSUD Caruban bertambah. Mereka harus mem-back up tugas puluhan tenaga medis instalasi gawat darurat (IGD) yang diliburkan karena harus melakukan karantina.

Buntut satu dokter dan dua perawat rumah sakit pelat merah itu terkonfirmasi positif Covid-19 dua pekan lalu. ‘’Sebanyak 20 perawat IGD isolasi mandiri,’’ kata Pengelola dan Pelaporan Data Satgas Covid-19 RSUD Caruban Didik Irwanto Senin (20/7).

Didik menerangkan, puluhan tenaga kesehatan itu kru dokter IGD yang positif korona. Karantina mandiri dijalankan sembari menunggu hasil swab test keluar. Pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) itu telah dilakukan dua kali. Swab pertama 9 Juli dan yang kedua 16 Juli. ‘’Kemungkinan minggu ini keluarnya,’’ ujarnya.

Disinggung pelayanan menjadi tertatih-tatih, Didik menampiknya. Dia menegaskan bahwa pelayanan tetap berjalan normal. Layanan di IGD di-handle petugas medis dari ruang atau bagian lain. Tidak ada kendala dalam penggeseran tugas tersebut. Di sisi lain, ruangan telah disterilisasi dan didisinfeksi sebelum kasus mencuat. ‘’Semua prosedur sudah kami lakukan dan tingkatkan. Termasuk pemakaian APD (alat pelindung diri, Red) saat memeriksa pasien terindikasi gejala Covid-19,’’ terangnya.

Didik mengatakan, hasil swab kedua negatif menjadi kunci bisa tidaknya puluhan perawat itu bisa kembali bekerja. Pihaknya meminta isolasi mandiri dilakukan dengan sungguh-sungguh. Membatasi kontak dengan anggota keluarga. ‘’Mereka juga wajib melaporkan suhu tubuh setiap hari,’’ ujarnya. (den/c1/cor)

Pasien Ke-40 Kontak Erat Banyak Orang

TIM Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Madiun terus menelusuri riwayat kontak erat pasien ke-40. Warga Desa Pagotan, Geger, itu meninggal sehari setelah terkonfirmasi Covid-19 Jumat (17/7). ‘’Tracing masih berlangsung,’’ kata Juru Bicara GTPP Covid-19 Kabupaten Madiun Soelistyo Widyantono Senin (20/7).

Soelis, sapaan Soelistyo Widyantono, menyebut bahwa pelacakan untuk mencari dual. Selain sumber penularan, juga siapa saja yang pernah melakukan kontak. Mobilitas pasien ke-40 cukup tinggi. Sehingga tracing memakan waktu lebih lama. Beberapa warga telah di-rapid test. ‘’Berapa yang reaktif dan nonreaktif, saya belum menerima laporan,’’ ujarnya.

Karena merupakan kasus kematian pertama sejak pasien positif ditemukan Maret, GTPP meningkatkan langkah penanganan. Selain tracing, juga penyemprotan cairan disinfektan. ‘’Besok (hari ini, Red) tracing dilanjutkan karena banyak yang punya kontak erat,’’ kata kepala dinas kesehatan itu.

Sementara, kurva kasus Covid-19 per kemarin tidak bergerak. Sebanyak 42 terkonfirmasi positif. Sebanyak 34 di antaranya sembuh, dan tujuh masih dirawat. ‘’Untuk melawan Covid-19, pemerintah juga butuh support masyarakat dengan tertib protokol kesehatan,’’ tegasnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close