Laka LantasMadiun

Akhirnya Awak Truk Pepaya Penabrak Dua Remaja Serahkan Diri

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – CCTV tol Caruban merekam laju truk N 9749 DK yang menabrak Ricco Maytricio, 15, dan Muhamat Bagus Satria, 17, (pengendara Honda Tiger S 5301 RJ) di Jalan Raya Saradan, Sabtu (12/10). ‘’Kami bekerja sama dengan JNK (Jasamarga Ngawi Kertosono, Red) pengelola jalan tol,’’ kata Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono Kamis (17/10).

Ruruh mengungkapkan, terungkapnya kasus tabrak lari berawal temuan serpihan benda-benda di tempat kejadian perkara (TKP). Seperti lampu kota, pecahan bodi warna kuning, plakat bertuliskan FUSO, dan lambang Mitsubishi. Dari petunjuk tersebut, penyidik sudah menduga bahwa kendaraan yang menabrak dua remaja hingga tewas terpanggang kobaran api motornya itu adalah truk. Juga, mengasumsikan kendaraan kabur ke arah barat berdasar bekas laka lantas. ‘’Tidak ada saksi yang tahu karena kejadiannya pukul 22.50,’’ ujarnya.

Polisi membaca rekaman 25–30 unit kamera pengawas. Tersebar di sepanjang jalan nasional dan tol Solo-Kertosono. Hingga ditemukan sebuah truk masuk gerbang tol Caruban pukul 23.30. Rentang waktu dan kondisi kendaraan itu cocok dengan barang bukti di TKP. Di antaranya berwarna kuning dan lampu kanan mati. Dengan bantuan PT JNK, nopol yang awalnya tidak terbaca jelas, akhirnya bisa diketahui. ‘’Dari nopol itu (N 9749 DK, Red) berkoordinasi dengan Polres Malang dan akhirnya identitasnya diketahui,’’ tuturnya.

Ruruh menyebut, anak buahnya langsung mendatangi alamat rumah sopir truk. Keluarga menjadi perantara untuk berkomunikasi dengan Suseno yang diketahui berada di Jakarta. Belakangan diketahui Suseno dalam perjalanan ke Jakarta untuk mengantarkan pepaya. Sengaja tidak lewat tol karena lalu lintas jalur arteri sedang sepi. ‘’Tersangka tidak bisa mengelak setelah ditunjukkan bukti-bukti yang ada. Tanpa penjemputan, bersama kernet menyerahkan diri dengan datang ke mapolres Rabu sore,’’ paparnya.

Kapolres mengatakan, tersangka berupaya menyamarkan kendaraan ketika di Jakarta. Seperti memperbaiki dan memasang lampu baru dan plakat. ‘’Sebetulnya, tersangka sempat berhenti melihat korban. Tapi akhirnya kabur dengan alasan takut dimassa,’’ ujarnya sembari menyebut ketika dicek belum dalam kondisi terbakar, melainkan muncul percikan api di aspal.

Kepada penyidik, Suseno mengaku melaju dengan kecepatan sekitar 40 kilometer per jam dari timur menuju Madiun. Dari arah berlawanan melaju Tiger yang dikendarai Ricco berboncengan dengan Bagus. Menjelang TKP, motor itu mendadak putar balik. Suseno sempat rem mendadak. Karena jarak sudah dekat, tabrakan tidak terhindarkan. Dua bocah yang diketahui perjalanan pulang ke Sidoarjo dari Semarang itu terlempar dan terseret. ‘’Dugaan motor terbakar karena mesin panas akibat perjalanan jauh dan ceceran tumpahan minyak,’’ kata Ruruh sembari menyebut Suseno dijerat pasal 310 UU 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Darat dengan ancaman pidana enam tahun.

Kasat Lantas Polres Madiun AKP Jimmy Manurung mengatakan, kernet masih diperiksa dengan status saksi. Belum ditetapkan tersangka karena punya iktikad baik pada saat kejadian itu. ‘’Dua kali menyarankan ke sopir untuk berhenti dan mencari pertolongan. Tapi sopirnya tetap pilih tancap gas,’’ ungkapnya. (cor/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close