Soal Relokasi, Akademisi Tegaskan Pedagang Bukan Ternak

88

PONOROGO – Pedagang bukan ternak. Di mata akademisi, relokasi ribuan pedagang membutuhkan komunikasi yang baik antara pedagang dengan pemerintah selaku pelaksana kebijakan. Jika hal itu tidak berjalan lancar, dikhawatirkan bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. ‘’Relokasi menyangkut sumber kehidupan ribuan orang yang ada di pasar. Banyak contoh pemindahan pedagang di berbagai daerah. Ketika komunikasi tidak lancar, pedagang bisa berontak,’’ kata Imam Fauzi, dosen Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Merdeka (Unmer) Ponorogo, kemarin (19/12).

Imam meminta pemkab tidak meninggalkan pedagang di sepanjang proses relokasi. Ribuan pedagang yang mencari nafkah di Pasar Legi Songgolangit, juga pasar eks stasiun dan pengadilan, harus diberi pemahaman yang baik. Jangan sampai memutuskan kebijakan secara sepihak tanpa mendengar suara dari para pedagang. Seluruh pedagang harus paham mengenai rincian relokasi tersebut. ‘’Tidak hanya perwakilan. Itu bisa subjektif. Bisa saja pedagang tidak sepaham,’’ ujarnya.

Pasalnya, lanjut Imam, merelokasi pasar tidak sekadar memberi tempat baru kepada pedagang. Banyak hal perlu dikelola dengan baik agar tidak rawan konflik. Satu contohnya, pembagian lokasi antarsatu pedagang dengan yang lain. Diakui Imam, pembagian lokasi merupakan urusan yang paling berat. Banyak hal perlu dijelaskan. Meliputi luasan sampai ketinggian sekat antarlapak. Proses itu butuh kehati-hatian. Dia khawatir antara pedagang malah geger sendiri ketika pendekatan pemkab kurang baik. ‘’Aspek keadilan di pasar sulit terpenuhi. Karena itu, membutuhkan komunikasi yang baik agar pedagang bisa memahami,’’ terang Imam.

Imam meyakini, jika komunikasi pemkab dan pedagang lancar, niscaya relokasi dapat berjalan lancar. Kelak, pedagang dan pembeli perlahan akan terbiasa dengan tempat transaksi yang baru. Namun, butuh penyesuaian waktu. ‘’Asalkan ditata dengan benar, pedagang dan pembeli lambat laun terbiasa. Kuncinya komunikasi yang baik dari pemerintah dengan pedagang. Karena memindah pedagang itu tidak seperti memindah ternak,’’ tekannya. (naz/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here