Ajarkan Warga Peduli Kebersihan Lingkungan

118

Kreativitas dapat muncul dari hal sederhana. Seperti yang dilakukan Yuli Kuswanto. Bermodalkan limbah bambu, pria 40 tahun asal Desa Ringin Agung, Kecamatan Magetan itu bisa menciptakan karya yang luar biasa.

Potongan bambu berserakan di pekerangan rumah warga yang berada di RT 03 RW 03 Desa Ringin Agung kemarin (19/1). Di halaman rumah itu terdapat seorang pria yang sibuk merakit sebuah lampu hias berbentuk bintang.

Bahannya dari bambu. Tapi, itu bukan bambu biasa yang biasa digunakan. Namun, dari limbah yang sudah tidak dipakai. Limbah itu diolahnya menjadi miniatur yang indah. Seniman bambu ini adalah Yuli Kuswanto.

Sudah empat tahun terakhir atau sejak 2014 lalu, Yuli konsentrasi dalam pembuatan miniatur yang terbuat dari bambu. Bermula dari melihat beberapa limbah sesek (semacam anyaman bambu, Red) yang dibuang oleh warga di bank sampah Sapu Jaga miliknya.

Suami Siti Marsitoh itu pun coba-coba memotongi kayu limbah itu menjadi kecil-kecil. Kemudian dia rangkai menggunakan lem. Ternyata dari iseng-iseng itu jadilah karya yang indah. ‘’Saya orangnya memang tidak suka melihat sampah berserakan begitu saja. Makanya, coba iseng saya olah menjadi miniatur,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Magetan.

Tentu awalnya proses merakit bambu menjadi sebuah kerajinan tangan yang indah tidak mudah. Namun, semua itu dilalui oleh Yuli secara perlahan. Butuh proses beberapa bulan hingga tangannya luwes mengukir batang bambu.

Hanya, dia berpendapat karya perdananya saat itu berupa lampu hias dianggap masih monoton. Karena tidak ada paduan warna. Dari situ, pria yang bulan depan menginjak usia ke-41 tahun tersebut memadukan miniatur dengan bahan baku lain seperti limbah plastik, kertas minyak dan lain sebagainya.

Hasil karyanya itu ternyata mendapat apresiasi banyak orang. Pesanan kemudian datang silih berganti. Hingga membuat dirinya kewalahan. Melihat usahanya itu bisa dikembangkan, Yuli kemudian merekrut warga sekitar rumahnya yang menganggur untuk bergabung. ‘’Hitung-hitung mengurangi angka pengangguran daerah,’’ kata salah seorang pegawai Pemkab Magetan itu.

Setelah beberapa tahun menggeluti usaha kerajinan bambu itu, karyanya kemudian dilirik oleh pemkab. Dia mendapat pesanan puluhan lampu hias menyerupai lampion dari pemkab untuk kemudian dipasang di Jalan Yos Sudarso. ‘’Tentu ada kebanggaan tersendiri ketika karya saya diapresiasi oleh pemda,’’ ungkap bapak dua anak tersebut.

Namun, Yuli punya harapan besar lain di samping menjadi perajin miniatur bambu. Yaitu mengajarkan masyarakat Magetan mencintai akan kebersihan lingkungan. Karena itu, dia bersedia menampung limbah plastik maupun bambu dari masyarakat untuk ditukarkan ke bank sampah yang dikelolanya. ‘’Sekaligus ingin mengajarkan kepedulian masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan,’’ pungkasnya. ***(her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here