Air Terjun Banyulawe Pikat Turis Asing

110
INDAH: Akses menuju air terjun Banyulawe di Dusun Gligi, Kepel, Kare, Kabupaten Madiun, ini masih susah.

MADIUN – Objek wisata di Desa Kepel, Kare, tidak hanya Gligi Forest Park. Berjarak tiga kilometer dari bumi perkemahan itu, ada air terjun Banyulawe. Wisata alam “tersembunyi” di kaki lereng Gunung Wilis tersebut bisa dijadikan alternatif warga berlibur. ‘’Pengunjungnya masih sedikit meski sudah coba dipromosikan dua tahun lalu,’’ kata Khoirul Sahroni, anggota kelompok sadar wisata (pokdarwis) desa setempat.

Akses menuju lokasi terbilang sulit. Jurang tanpa pengaman membentang di beberapa titik menuju air terjun setinggi 25 meter tersebut. Tidak heran bila pengunjung yang ingin ke sana butuh pendampingan warga setempat. Dalam sebulan tidak sampai 10 pengunjung yang datang. Padahal belum ada biaya retribusinya. ‘’Tapi ada beberapa wisatawan asingnya juga. Mereka adalah kenalan kami yang sengaja diajak datang,’’ ujarnya kepada Radar Caruban.

Menurut Roni –sapaan akrab Khoirul Sahroni, kondisi jalan yang masih buruk penyebab minim pengunjung. Pihaknya baru bisa memperbaiki kurang dari satu kilometer. Berupa pengecoran dan melebarkan menjadi dua setengah meter dari sebelumnya hanya satu setengah. Selebihnya berupa jalan setapak yang biasa digunakan warga mencari pakan ternak. Perbaikan tahun lalu tersebut belum tentu bisa diulang di tahun ini. ‘’Karena terbentur anggaran,’’ ucapnya. (fat/cor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here