Air Tak Mengalir Sampai Jauh

17

MAGETAN – Target sambungan air bersih baru bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terancam meleset. Sebab, sampai dengan tahun terakhir program dari pemerintah pusat itu berjalan diperkirakan hanya mentok pada 79,3 persen. Sehingga, terdapat minus sebesar 20,7 persen. ‘’Secara nasional saja tidak bisa mencapai target 100 persen. Rata-rata nasional baru 58 persen,’’ kata Direktur Umum PDAM Lawu Tirta Magetan, Gianto Selasa (21/5).

Dia mengungkapkan keberhasilan menambah 1.000 sambungan baru setiap tahun hanya menambah progres sebesar 0,8 persen. Sementara, sejak 2018 lalu, capaian penambahan sambungan di Magetan baru menginjak 78,5 persen. Sehingga, untuk mencapai progres 100 persen membutuhkan waktu hingga 25 tahun.

Sementara, program bantuan dari pusat sudah berakhir tahun ini. ‘’Mungkin tahun depan program bantuannya berbeda. Semoga saja tetap ada bantuan,’’ jelas Gianto.

Di sisi lain, belum adanya kejelasan rencana pemkab mengucurkan dana subsidi untuk penambahan sambungan itu tahun depan makin membuat PDAM sulit memenuhi target. Apalagi, tahun ini merupakan tahap terakhir penyertaan modal dari pemkab. ‘’Ya, ditunggu saja programnya apa tahun depan. Kami akan melaksanakan,’’ ujarnya.

Gianto mengatakan, tidak tercapainya target penambahan sambungan itu lantaran jumlah pertumbuhan penduduk. Angka kelahiran lebih tinggi dibandingkan penambahan sambungan. Sehingga, jika setiap tahun ada 1.000 tambahan sambungan, jumlah masyarakat yang harus dilayani bisa lebih dari itu.

Tak heran jika target 100 persen yang dipatok pemerintah pusat tidak tercapai dalam kurun waktu lima tahun ini. ‘’Kejar-kejaran antara cakupan layanan dan penambahan sambungannya,’’ ungkapnya.

Lain cerita seperti Kota Madiun yang jauh lebih sedikit penduduknya. Menurut dia, cakupan pelayanannya lebih sempit. Akan sangat wajar jika capaiannya lebih besar dari Magetan. Kendati demikian, problem itu juga dialami oleh daerah lain dengan cakupan pelayanan yang luas dan jumlah penduduk yang tinggi. ‘’Magetan itu sudah baik. Karena berada diatas rata-rata nasional,’’ terang Gianto.

Sebenarnya, menurut Gianto, jatah setiap tahun sebanyak 1.000 sambungan juga tidak terlaksana 100 persen. Berdasarkan hasil verifikasi, pasti ada masyarakat yang tercoret. PDAM Lawu Tirta hanya akan melaksanakan data warga yang lolos verifikasi.

Pihaknya tak ingin memaksanakan memasang sambungan bagi warga yang dianggap tidak lolos persyaratan itu. Karena dampaknya bakal merugikan PDAM. Sebab, Kementerian PUPR tidak akan menghitungnya. ‘’Jika dipaksa dilaksanakan tidak akan dibayar. Pencairannya sesuai riil di lapangan,’’ tandasnya. (bel/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here