Air Sumur Bercampur Lumpur

51

MADIUN – Masalah terus mendera sejumlah warga terdampak bencana banjir di Kabupaten Madiun. Kali ini mereka mengeluhkan kesulitan mendapatkan air bersih. Pasalnya, air sumur tidak layak konsumsi lantaran bercampur lumpur.

Namun, persoalan tersebut mulai teratasi. Itu seiring datangnya bantuan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur berupa 40 kilogram desinfektan dan 100 kaporit. ‘’Per sumur mendapatkan delapan miligram kaporit dan desinfektan untuk membersihkan lantai dari endapan lumpur,’’ ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun Soelistyo Widyantono kemarin (9/3).

Selain kaporit dan desinfektan, lanjut dia, pihaknya juga mendapat bantuan obat-obatan. Pun sudah didistribusikan ke 14 posko yang tersebar di delapan kecamatan. ‘’Stoknya kami update terus karena jumlah KK terdampak lumayan banyak,’’ katanya.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Madiun Wuryani Puji Astutik menambahkan, pihaknya telah mendistribusikan makanan ibu hamil dan balita kepada para warga terdampak banjir. Lantaran kebutuhannya mendesak, makanan tersebut diambil dari stok yang ada di puskesmas-puskesmas untuk kebutuhan reguler.

‘’Sebetulnya akan dapat kiriman PMT (pemberian makanan tambahan, Red) dari dinkes provinsi. Tapi karena masih dalam tahap persiapan pengiriman, kami ambilkan PMT di puskesmas. Sebagai gantinya nanti kami klaimkan ke provinsi,’’ tuturnya.

Dinkes Kabupaten Madiun, kata dia, juga mendapatkan bantuan obat obatan. Tercatat sebanyak 29 paket obat untuk penderita diare dan hipertensi.’’Untuk obat, permintaan terbanyak memang dari pasien hipertensi dan diare.” tandasnya. (mgd/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here