Air Bengawan Mendadak Menghitam

44

NGAWI – Warna air Bengawan Solo mendadak berubah dari kecoklatan menjadi hitam pekat. Warga menduga perubahan warna itu lantaran sungai tercemar limbah industri. ‘’Sudah sering seperti itu. Mungkin karena tercemar limbah dari Jawa Tengah,’’ kata Munaryo, salah seorang warga, kemarin (26/4).

Namun, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ngawi menyebut perubahan warna air bengawan itu tidak ada kaitannya dengan pencemaran. ‘’Kami sudah cek tadi (kemarin, Red), dan sudah tidak hitam lagi,’’ kata Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Ngawi Suharno.

Hasil pengecekan di jembatan Watualang, lanjut dia, diketahui kondisi air Bengawan Solo memang berubah sedikit pekat. Hal itu ditengarai karena air sedang pladu atau sekadar keruh. ‘’Kalau tercemar limbah, selain berbau, biasanya jangka waktunya juga cukup lama,’’ tuturnya kepada Radar Ngawi.

Suharno mencontohkan fenomena yang terjadi awal Agustus 2018 lalu. Saat itu kondisi air Bengawan Solo juga menghitam seperti kali ini. Hasil uji laboratorium di Surabaya kala itu, hal tersebut akibat tercemar limbah industri. ‘’Kalau yang sekarang ini kami yakin hanya keruh saja,’’ tegasnya.

Dia menambahkan, kewenangan seputar aliran Bengawan Solo tidak berada di tangan pemkab. Melainkan balai besar wilayah sungai (BBWS) sehingga intansi itulah yang melakukan penanganan jika terjadi pencemaran. ‘’Selama ini, pencemaran biasanya berasal dari wilayah hulu (Jawa Tengah, Red),’’ pungkasnya. (tif/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here