Ngawi

Agusta Memproduksi Yoghurt dari Bahan Susu Kemasan

Tiada susu sapi perah, susu kemasan pun jadi. Siasat Agusta Harlies Prasetya dalam membuat yoghurt karena minimnya peternak hewan itu di tempat tinggalnya.

============== 

SUGENG DWI, Ngawi, Jawa Pos Radar Ngawi

SUSU kemasan dituangkan dalam panci khusus dengan alat pengukur temperatur. Api kompor merebus cairan putih kental itu. Enggan beranjak, Agusta Harlies Prasetya terus memeriksa suhunya. Susu didiamkan hingga dingin setelah temperaturnya mencapai 85 derajat Celsius. ‘’Selain ketepatan suhu, proses fermentasi yoghurt juga harus higienis,’’ katanya.

Ya, Agusta adalah pengusaha yoghurt sejak 2015 lalu. Bahan produksinya tidak memanfaatkan susu sapi perah pada umumnya. Warga lingkungan Budag, Margomulyo, Ngawi, itu menggunakan susu kemasan. Cara itu dilakukan karena daerah tempat tinggalnya minim peternak sapi perah. ‘’Inovasi menggunakan susu kemasan yang ternyata hasilnya juga bagus,’’ ujar pria 32 tahun itu.

Di awal mencoba fermentasi, kegagalan demi kegagalan selalu menghampiri. Puluhan liter terbuang percuma setiap kali melakukan uji coba. Biangnya, susu kurang panas saat direbus atau terlalu lama saat pendinginan. ‘’Pemasaran juga sulit karena peminatnya masih jarang,’’ imbuh Agusta.

Yoghurt siap jual harus higienis. Agusta yang dibantu istrinya, Anisa Suri Permana, memperhatikan kebersihan adonan hingga pengemasan. Bahkan, keduanya sedikit bicara saat proses fermentasi. ‘’Khawatir kalau banyak bicara ada kuman yang ikut terbawa,’’ tutur aparatur sipil negara (ASN) tersebut.

Kini, dalam sebulan Agusta menggunakan 60 liter susu. Produknya laris dibeli hingga 1.000 botol habis dalam dua hari saat diikutkan pameran pemkab setempat. Harganya ekonomis, Rp 3.500 hingga Rp 7.500 per botol. ‘’Coba dikembangkan rasa dan kemasan mini,’’ ucapnya sembari berharap kelak bisa menggandeng peternak sapi lokal. ***(cor/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close