AdvertorialMagetan

Agar Kualitas Daging Kurban Bagus, Bupati Ajak Warga Potong Sapi di RPH

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Memotong hewan kurban tidak boleh sembarangan. Dibutuhkan teknik agar daging yang dihasilkan berkualitas bagus dan terjamin halal. Mekanisme penyembelihan hewan kurban sesuai standar nasional Indonesia (SNI) itu disaksikan langsung oleh Bupati Magetan Suprawoto di rumah potong hewan (RPH) milik dinas peternakan dan perikanan (disnakkan).

‘’Saya harapkan semua masyarakat yang ingin menyembelih hewan bisa datang langsung ke RPH Magetan. Agar kualitas daging yang dihasilkan baik dan yang paling penting lebih sehat karena sudah dicek langsung oleh dokter hewan,’’ kata Suprawoto.

Pada Idul Adha tahun ini, disnakkan mencatat jumlah penyembelihan hewan di RPH mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun lalu. Pada 2018, ada 43 ekor sapi yang disembelih di RPH Magetan. Sementara pada 2019, ada 70 ekor sapi. ‘’Sejak tiga tahun terakhir ini jumlah hewan kurban yang dipotong di RPH selalu meningkat,’’ ujar Kepala Disnakkan Magetan Kustini.

Dia memastikan pemotongan hewan kurban di RPH terjamin. Bahkan, pelayanannya gratis sampai dengan besok (14/8). Tetapi, harus melalui proses pendaftaran terlebih dahulu. Ada 12 orang pembolang dan seorang dokter hewan yang diterjunkan untuk melayani pemotongan hewan dari masyarakat di RPH Magetan. ‘’Sudah kami siapkan jadwal penyembelihannya,’’ tutur Kustini.

Diungkapkannya, proses penyembelihan hewan kurban di RPH diatur sedemikian rupa. Semisal, begitu sapi datang, tidak bisa langsung dipotong saat itu juga. Tetapi, harus diistirahatkan dulu di kandang sekitar 12 jam untuk menjalani pemeriksaan klinis oleh dokter hewan.

Tujuannya, kata Kustini, memastikan bahwa hewan kurban yang disembelih itu dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit. Sehingga, daging yang dihasilkan aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH). ‘’Supaya terjamin keamanan dan kesehatan hewan yang akan dikomsumsi oleh masyarakat,’’ jelasnya.

Kustini menerangkan bahwa RPH bisa dimanfaatkan oleh para penjagal sapi di Magetan. Mereka cukup membayar retribusi sebesar Rp 19 ribu. Tentunya dengan jaminan kesehatan hewan dan dagingnya layak konsumsi. ‘’Jadi, saya harapkan semua penjagal tidak lagi menyembelih hewannya di rumah, tapi bisa beralih ke RPH karena lebih terjamin kesehatan dan keamanannya,’’ ungkapnya. (ebo/bel/c1/her/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close