Advokat Internasional Ini Beralih Tekuni Peternakan Modern

201

Bertahun-tahun menggeluti urusan perlindungan hukum bagi pekerja migran di Arab Saudi, Maiful Hadi kini alih profesi. Dia kini sukses menjalankan usaha ternak kambing modern di kampung halaman.

————

GANG sepanjang puluhan meter di Jalan Anjani, Kelurahan Pakunden, Ponorogo, itu menuju rumah Maiful Hadi. Beberapa meter di sebelah utara, terdapat dua gapura berbahan bambu. Satu gapura bertuliskan Segading Agro, di bawahnya tertulis Kambing Qurban Tanpa Bau. Sisi gapura lainnya bertuliskan Selamat Datang. Begitu melewati gapura tersebut, tampak kandang kambing berukuran cukup besar.

Tak seperti kandang kambing pada umumnya, di sana sama sekali tak tercium aroma prengus khas aroma kambing. Bahkan, di depan kandang disediakan tempat duduk yang diperuntukkan pengunjung. Di sekitarnya terdapat pohon-pohon yang rimbun. Selain asri, pemiliknya rajin merawat dan membersihkan. Di sekeliling kandang juga tidak terlihat tumpukan kotoran kambing. ‘’Inilah yang harusnya dipelajari peternak modern. Menjaga kebersihan kandang dan sekitarnya,’’ kata Maiful.

Banyak yang tidak tahu cerita di balik kesuksesan Maiful Hadi beternak kambing. Kebanyakan orang hanya tahu bahwa Maiful merupakan pemilik 300-an kambing yang siap dipanen setiap Hari Raya Idhul Adha. Kambingnya selalu menjadi langganan untuk disembelih saat kurban. Selain sudah memenuhi syarat dijadikan hewan kurban, kambing peliharaan Maiful juga sehat, berbobot, dan tidak bau. Tidak heran, karena dia selalu memperhatikan kandungan gizi pakan kambing. Pun dia rajin menyalonkan kambing tiap hari. ‘’Salon kambing ada di depan kandang kambing, jadi itu untuk memandikan dan merawat bulu kambing,’’ ujarnya.

Maiful mengawali usahanya sejak 2008. Dia membangun usaha itu lantaran harga sapi yang menurun drastis kala itu. Sebelumnya dia memang beternak sapi selama enam tahun. Bahkan sapi peliharaannya mencapai puluhan ekor. Setelah harga sapi anjlok, dia tetap setia menggeluti bisnis peternakan. Padahal, dia tak memiliki latar belakang pendidikan seputar peternakan. Peternak sukses itu lulusan Jurusan Bahasa Arab Fakultas Adab di IAIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta, 1994 lalu. ‘’Ada alasan lain yang mendasari saya tidak beralih ke bidang lain,’’ ungkap suami Aries Fitriyani itu.

Alasan utamanya, dia tidak ingin berhubungan dengan segala permasalahan yang berhubungan dengan manusia. Tidak heran, sebab sejak lulus kuliah dia menjadi agensi salah satu perusahaan di Jakarta. Tugasnya membantu proses hukum TKI di Arab Saudi. Jumlahnya mencapai 50 ribuan TKI khusus di Kota Damam dan Al Aqsa, Arab Saudi. Berbagai permasalahan hukum yang menimpa TKI menjadi tanggung jawabnya. Mulai keluhan majikan, TKI, hingga masalah kriminal. ‘’Dua tahun berselang saya direkrut perusahaan di Arab Saudi dengan tugas yang sama,’’ terangnya.

Kemampuan bahasa harus dia kantongi untuk menjalankan tanggung jawab itu. Ada dua bahasa Arab yang harus dia kuasai, yaitu bahasa resmi dan pasaran. Bahasa resmi dia gunakan untuk menyelesaikan masalah di pengadilan, sedangkan bahasa pasaran dia gunakan untuk komunikasi sehari-hari. Kasus yang paling dia ingat adalah ketika menangani hukum qisas untuk TKI 2001 lalu. Tersangka merupakan TKI yang tidak sengaja mukul orang tua majikannya menggunakan pipa besi. ‘’Memang majikannya sering ngomel. Emosi spontan langsung dipukulkan,’’ katanya.

Maiful tidak menyangka cuti yang diambilnya pulang ke Indonesia membuat Pemerintah Arab Saudi memberikan hukuman mati kepada TKI tersebut. Padahal, dia sudah meminta sidang ditunda hingga dia kembali lagi ke Arab Saudi. Namun, nasi sudah menjadi bubur. Sebaliknya, kasus kekerasan oleh majikan kepada TKI cukup tinggi. Namun kebanyakan memilih dipulangkan lantaran takut jika menempuh jalur hukum. Pekerjaan itu dia lakoni hingga 2002. Saat itu dia merasa jenuh berhubungan dengan permasalahan manusia. ‘’Akhirnya saya memutuskan untuk pulang dan merintis usaha lain,’’ jelasnya.

Alasan itulah yang mendasarinya membuka usaha peternakan. Selain mengurus kambing, saat ini Maiful juga rajin membina peternak di desa. Dia mengajarkan cara modern untuk beternak kambing. Mengajak para peternak meninggalkan cara tradisional. Dia juga rajin mengajarkan Alquran kepada warga lanjut usia (lansia). Semua dilakukan tanpa dipungut biaya. Harapannya mendapatkan keberkahan dari apa yang dilakukannya. ‘’Banyak yang datang ke sini untuk belajar cara beternak. Tapi, dari situlah saya banyak belajar dari mereka,’’ ucapnya. *** (nur wachid/fin/c1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here