Ada Sungai atau Gua Bawah Tanah di Karangnongo, Pacitan?

173

PACITAN – Fenomena alam muncul di Dusun Gading, Karangnongko, Kebonagung, Pacitan, sejak beberapa hari lalu. Lubang aneh seperti sumur tiba-tiba muncul. BPBD setempat menduga ada rongga di bawah tanah. Lubang itu berdiameter enam meter dengan kedalaman lebih dari 10 meter. ‘’Sebelumnya turun hujan. Jadi, kami menduga ada rongga sehingga ambles,’’ kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan Dianita Agustinawati.

Munculnya lubang tersebut dimungkinkan lantaran struktur tanah di sekitar lokasi gembur. Sehingga, saat terguyur hujan, tanah perlahan tergerus dan ambles. Sementara bagian bawah diduga terdapat rongga atau sejenis saluran bawah tanah. Akibatnya muncul lubang mirip cerobong di tengah jalan desa tersebut. ‘’Kami belum dapat pastikan penyebabnya. Kami akan pastikan dengan mendatangkan tim ahli,’’ ujarnya.

Sebelumnya, Dusun Gading sempat dihebohkan munculnya lubang tepat di tengah jalan menuju lingkungan tersebut. Lantaran muncul tiba-tiba, salah seorang warga nyaris terperosok ke dalamnya. Saat melintas di lokasi, tanah tiba-tiba ambles hingga sepeda motor yang dikendarainya masuk ke tanah. ‘’Beruntung saat itu dia membawa keranjang di bagian belakang. Jadi keranjangnya nyangkut,’’ kata Waluyo, salah seorang warga setempat.

Dia memperkirakan lubang aneh tersebut muncul Jumat dini hari (18/1). Lantaran membahayakan dan sempat nyaris memakan korban, warga setempat langsung menutupnya dengan urukan tanah pada siang harinya. Menurut Waluyo, butuh lebih dari lima pikap tanah untuk menutup lubang itu. Meski begitu, jika diinjak tanah masih gembur. Sehingga, warga enggan melintas di area tersebut. ‘’Di sini sering muncul hal seperti ini (lubang, Red). Mungkin ada sungai di bawah tanah,’’ duganya.

Dia juga menyebut beberapa waktu lalu salah seorang warga membuat sumur tanah dengan cara mengebor. Tanahnya sangat gembur dan hanya ada beberapa batu. Setelah mencapai beberapa meter didapati kejanggalan lantaran semakin mudah digali. Lantaran khawatir, proses tersebut dihentikan. ‘’Takutnya ketemu lubang besar seperti gua di dalam tanah lalu ambrol,’’ ungkapnya.

Dia berharap, kondisi tanah di sekitar desanya segera diketahui sebab musababnya. Pun hal tersebut demi mengantisipasi kondisi serupa terjadi. Terlebih dia khawatir lubang bakal muncul di dalam rumah hingga membahayakan. ‘’Takutnya kalau nanti hujan lebat lagi lalu muncul lubang lebih besar,’’ pungkasnya. (mg6/c1/sat)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here