Ada Selisih, PPK Pacitan Bongkar Kotak Suara

52

PACITAN – Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pacitan terpaksa membongkar kotak suara Tempat Pemungutan Suara (TPS) 03 Desa Menadi, Pacitan, kemarin (22/4). Penyebabnya, ada selisih penghitungan suara antara petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS), panitia pengawas pemilu (panwaslu) dan saksi. ‘’Ada selisih jumlah saat kami cocokkan C1 plano dan C1 lampiran. Sehingga kami buka kotak suara,’’ kata Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pacitan Berty Stevanus.

Meski begitu Berty enggan membeber selisih penghitungan suara hasil coblosan 17 April lalu tersebut. Dia hanya menjelaskan, setelah dibongkar kotak suara, masing-masing pihak menyepakati jumlah suara yang ada. Selisih tersebut, menurut dia hanya suara Pemilu Presiden (Pilpres) 2019. ‘’Untuk suara pileg tidak ada selisih,’’ imbuhnya.

Berty mekmaklumi kondisi tersebut. Alasannya, KPPS berkerja hingga 24 jam. Keterbatasan kondisi fisik memungkinkan terjadi kekeliruan. Termasuk rekapitulasi penghitungan suara. Meski begitu, dia menampik kondisi tersebut juga terjadi di sejumlah TPS lainnya. ‘’Baru satu TPS. TPS itu saja,’’ bebernya.

Sementara Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Menadi Sutarno menyebut selisih penghitungan bukan suara pilpres melainkan untuk Pemilu Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Sehingga, muncul debat kusir antara KPPS, panwaslu dan saksi. Namun kondisi tersebut mencair setelah ada kesepakatan ketiga pihak usai pembongkaran kotak suara. ‘’Selisih di suara DPD. Salah penjumlahan, ’’ ungkapnya.

Sementara perwakilan Bawaslu Provinsi Jatim Muh Ikhwanudin Alfianto menyebut beberapa TPS terjadi ketidaksesuian jumlah data. Itu sesuai laporan dari Bawaslu Pacitan. Pihaknya meminta untuk dihitung ulang sebagai mekanisme yang ada. ‘’Harapannya masalah selisih suara mampu diselesaikan di tingkat kecamatan. Kalau terjadi selisih dilakukan saling cocok data. Jika terpaksa bisa dilakukan mekanisme hitung ulang,’’ jelasnya.

Selain selisih suara, dia sempat mendapat laporan selisih jumlah pemilih di Kecamatan Arjosari. Namun, penyelenggara pemilu setempat bisa menjelaskan. Jumlah daftar pemilih tambahan (DPTb) berbeda. Pemilih tersebut pindahan dari luar Jawa Timur sehingga hanya mendapat satu surat suara. ‘’Hanya surat suara pilpres,’’ imbuh usai melakukan pengawasan rekapitulasi penghitungan suara di PPK Pacitan (kota), kemarin (22/4). (odi/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here