Magetan

Ada Kalangan Tidak Percaya Covid-19, Diyakini Teori Konspirasi

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Magetan masih waswas ledakan kasus pasien positif kembali terjadi. Setelah penambahan 34 pasien baru dalam sehari Jumat lalu (28/8).

Pasalnya, masih banyak swab yang uji laboratoriumnya belum selesai. Di sisi lain, para penyandang kontak erat juga bertambah hasil pelacakan tiga pasien baru Sabtu (29/8). ‘’Kami masih menunggu hasil swab yang belum keluar,’’ kata Juru Bicara GTPP Covid-19 Saif Muchlissun Minggu (30/8).

Muchlis, sapaan Saif Muchlissun, menyebut jumlah kumulatif 237 kasus positif. Kemarin tidak ada penambahan. Sementara, tiga pasien positif terkonfirmasi Sabtu dari tiga kecamatan berbeda. ‘’Klaster penularan masih dicari,’’ ujarnya.

Pasien ke-235 berusia 28 tahun asal Kecamatan Ngariboyo. Pasien itu melakukan isolasi mandiri. Pasien ke-236 asal Kecamatan Nguntoronadi, dirawat di salah satu rumah sakit di Kota Madiun. Berikutnya, pasien ke-237 asal Kecamatan Lembeyan, opname fasilitas khusus dinas kesehatan.

Muchlis mengungkapkan, ada kalangan yang tidak percaya korona. Virus yang muncul kali pertama di Wuhan, Tiongkok, itu diyakini hanya teori konspirasi. Sehingga mereka mengabaikan protokol kesehatan. ‘’Jadi, tugas kami bukan hanya mengendalikan laju penambahan, tapi juga menyadarkan masyarakat atas kebenaran korona,’’ tuturnya. (bel/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close