Ada Jejak Sekolah Jerman di Sarangan

2774
HISTORIS: Prasasti di tepi Telaga Sarangan kerap luput dari perhatian wisatawan.

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Kawasan Sarangan ternyata merupakan lokasi penting sejak zaman kolonial. Itu terlihat dari adanya prasasti berbahasa Indonesia dan Jerman di tepi Telaga Sarangan. Tepatnya dekat pintu air sebelah utara.

Dari prasasti itu diketahui dulu ada sekolah khusus untuk orang Jerman di Sarangan yang beroperasi pada 1943 hingga 1949. ‘’Tahun 1949, setelah Agresi Militer Belanda II, semua orang Eropa termasuk Jerman dipulangkan,’’ kata Septian Dwita Kharisma, pegiat Historia Van Madiun, Senin (16/9).

Ian –sapaan Septian Dwita Kharisma- menerangkan, sekolah Jerman di Sarangan itu diresmikan bertepatan HUT Adolf Hitler. Sekolah tersebut terdiri tiga tingkatan, yakni sekolah rakyat, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah tinggi. ‘’Mulai ada kegiatan belajar-mengajar pada Mei 1943,’’ ujarnya.

Saat itu, sekolah tersebut memiliki 125 murid dan 16 guru. Mata pelajarannya antara lain bahasa (Jepang, Jerman, Prancis), ilmu hitung, sejarah, ilmu pengetahuan alam, dan olahraga. ‘’Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Jerman melahirkan pertukaran budaya juga. Akhirnya beberapa warga Jerman diboyong ke sini,’’ bebernya.

Ian menuturkan, kondisi politik pada 1945 membuat orang-orang Eropa terkena imbasnya. Sekolah pun menjadi tidak kondusif. Akhirnya, Jerman yang saat itu merupakan sekutu Jepang terpaksa angkat kaki setelah Agresi Militer Belanda II pada 1949. ‘’Sekolah Jerman hanya ada di Magetan (Sarangan, Red). Di Madiun tidak ada,’’ pungkasnya. (fat/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here