ABK Perlu Dibekali Keterampilan Supaya Siap Kerja Setelah Lulus

63

MAGETAN – Pembekalan keterampilan bagi siswa di sekolah amat dibutuhkan. Tidak terkecuali siswa berkebutuhan khusus. Namun, masih banyak guru yang belum menerapkan pembelajaran untuk mengenalkan hal tersebut.

Berdasar data Badan Akreditasi Provinsi Sekolah/Madrasah (BAP S/M) Jawa Timur, setidaknya, 80 persen sekolah luar biasa (SLB) di Jatim belum menerapkan pembekalan keterampilan atau vokasional bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Dampaknya, selepas lulus mereka belum siap terjun ke masyarakat.

Hal itu diakui oleh Kepala SLB Panca Bhakti Imroatus Sholihah. Menurutnya, tidak semua penyandang disabilitas siap kerja. Serta belum tentu ada posisi bagi mereka. Dia mengungkapkan hanya penyandang tuna rungu yang biasa diterima kerja di perusahaan. ‘’Karena intelegensi tuna rungu normal. Hanya tidak bisa mendengar dan bicara,’’ jelasnya.

Diakuinya, penyandang tuna rungu lulusan SLB Panca Bhakti ada yang sempat bekerja di sebuah pabrik sepatu. Karena memang sebelumnya dia dibekali keterampilan. Tapi, anak itu tidak bertahan lama. Dia kemudian memutuskan resign. Faktonya karena pengaruh lingkungan kerja yang membuatnya tidak nyaman. ‘’Bekerja dengan disabilitas kan beda. Harus sabar,’’ jelas Imroatus.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Magetan Suyadi menyatakan sampai dengan saat ini belum ada penyandang disabilitas yang mengajukan kartu kuning. Kendati ada beberapa perusahaan yang membuka lowongan bagi mereka. ‘’Sejauh ini, tidak ada isabilitas yang datang mencari pekerjaan,’’ katanya. (bel/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here