AdvertorialMadiun

Abdimas UTM Menggandeng Kelompok Dasawisma Olah TOGA Menjadi Produk Jual Inovatif

MADIUN – Masa New Normal yang ditetapkan oleh pemerintah awal juni lalu sangat butuh persiapan, kesiapan disini lebih pada bagaimana masyarakat tetap produktif. Diversifikasi ekonomi lewat usaha penganekaragaman produk dengan memanfaatkan  sumber daya alam di lingkungan sekitar masyarakat, dapat dijadikan sebagai salah satu upaya pemberian solusi dalam menjamin usaha agar tetap berjalan dan berkelanjutan. Melalui pembuatan produk-produk menjadi lebih beragam, dan dapat dikembangkan menjadi olahan yang inovatif atau kreatif, nantinya diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat ditengah pandemi Covid-19. Apalagi tuntutan di kondisi era (New Normal) masyarakat harus lebih kreatif.

Berkaitan dengan hal tersebut, melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat (Abdimas) kolaborasi antara dosen dan mahasiswa yang difasilitasi oleh LPPM Universitas Trunojoyo Madura. Membuat Siti Fadjryana Fitroh, S.Psi,. M.A selaku dosen di Fakultas Ilmu Pendidikan yang juga merangkap sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) tertantang untuk mengedukasi masyarakat dengan mengajak mahasiswi dari Fakultas Hukum atas nama Rela Rizki Pratiwi berkolaborasi mengembangkan potensi yang dimiliki oleh Desa Mojorayung Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun. Nampak dari banyaknya komoditas Tanaman Obat Keluarga (TOGA) khususnya temulawak, jahe, kunyit, dan kunyit putih yang nantinya dapat dimanfaatkan sebagai bahan utama dalam upaya peningkatan ekonomi masyarakat, sekaligus dapat bermanfaat menjaga imunitas tubuh masyarakat ditengah menghadapi pandemi Covid-19.

Untuk mencapai tujuan di atas, kegiatan pengabdian masyarakat ini mengandeng kelompok dasa wisma untuk ikut berperan aktif dalam Pelatihan diversifikasi TOGA menjadi minuman instant yang praktis dan pelatihan kewirausahaan. Kegiatan tersebut, dilaksanakan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan. Terlaksananya kegiatan pemanfaatan potensi TOGA, memberikan inovasi baru dan harapannya nanti bisa dijadikan sebagai program tawaran BUMDES mengingat potensi melimpahnya sumber daya alam dalam potensi pemanfaatan. sehingga dapat meningkatkan nilai tambah dan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Tujuan dari pelatihan tersebut diharapkan kelompok dasawiswa tidak lain adalah ibu-ibu mampu mengaplikasikan program dalam jangka panjang. Pelatihan yang dimulai dari mengetahui tentang diversifikasi produk dan berwirausaha dengan mengikuti perubahan, dan perkembangan zaman yang serba instant saat ini dengan memanfaatkan perkembangan teknologi di bidang media sosial untuk melakukan promosi. Pelatihan kewirausahaan di rasa penting diberikan sebagai gambaran persiapan perubahan kekinian dalam berwirausaha.  Sehingga hasil kedepannya menumbuhkan jiwa kewirausahaan yang kreatif dan inovatif, sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat Desa Mojorayung. Sebagai kelanjutan program pelatihan pengabdian dibentuklah kelompok group kecil ibu dasawiswa yang tergabung di whatapp group bagi yang siap usaha produks dengan modal yang sudah disiapkan.

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close