Abaikan Surat Imbauan Satpol PP, Sejumlah PKL Nekat Berjualan Siang Hari

19
BERI IMBAUAN: Arif Setiyono menunjukkan surat imbauan yang disampaikan kepada PKL.

NGAWI – Rencana satpol PP meneruskan aturan pembatasan jam berjualan pedagang kaki lima (PKL) pasca Lebaran belum berjalan sesuai harapan. Buktinya, tidak sedikit PKL yang selama Ramadan lalu menutup lapaknya saat jam terlarang, sejak beberapa hari lalu kembali beroperasi pada siang hari.

Meski begitu, satpol PP enggan dinilai gagal melanjutkan aturan pembatasan jam berjualan PKL. ‘’Saya rasa di mana-mana semua sama, kalau momen tertentu seperti lebaran pasti ada kelonggaran (bagi PKL berjualan). Itu bukan berarti gagal,’’  kata Kasi Pembinaan Pengawasan dan Penyuluhan Satpol PP Ngawi Arif Setiyono Senin (11/6).

Arif mengaku pihaknya sudah menyurati sejumlah pedagang yang masih berjualan pada jam terlarang. Pun, hari ini bakal turun ke lapangan melakukan penertiban. Bagi PKL yang bandel mengabaikan surat imbauan yang diedarkan bakal dikenai penindakan. ‘’(Gerobak) yang dibiarkan di trotoar dan memakan badan jalan, besok (hari ini, Red) akan kami bongkar dan bawa ke kantor,’’ tegasnya.

Dia menyebut, dari hasil rapat beberapa waktu lalu, pembatasan jam berjualan PKL akan diteruskan setelah Lebaran. Namun, sampai saat ini pengajuan surat keputusan (SK) yang akan dijadikan payung hukumnya belum turun. Begitu SK disetujui sekretaris daerah (sekda), pihaknya bakal langsung mengajukannya ke bupati. ‘’Sudah kami siapkan (pengajuan SK) sejak sebelum Lebaran. Tapi mungkin karena agendanya padat, jadi belum bisa,’’ ungkapnya.

Karena itu, untuk menyiasati belum turunnya SK tersebut pihaknya sengaja membuat surat imbauan baru. Yakni, pembatasan jam berjualan PKL mulai pukul 07.00 sampai 16.00. Dasarnya menggunakan aturan dalam perda tentang keamanan dan ketertiban umum.

Sesuai arahan bupati, kata Arif, aturan pembatasan jam berjuaan bagi PKl rencananya bakal diterapkan di semua ruas jalan kawasan Ngawi Kota. Di sisi lain, kelak juga bakal dievaluasi menilik situasi dan kondisi usai penertiban. ‘’Maksudnya, kalau memang tidak terlalu vital, nanti PKL masih tetap bisa berjualan asalkan tidak menggunakan trotoar dan bahu jalan, tapi masuk ke gang,’’ papar Arif.

Dia menyatakan, kawasan yang dinilai vital seperti depan kantor pemkab, sekitar gedung DPRD, dan Jalan Yos Sudarso serta Jaksa Agung itu seharusnya steril PKL. Terutama mulai pukul 07.00 hingga 16.00. Titik-titik itu pula yang menjadi fokus penertiban hari ini. ‘’Nanti secara bertahap tetap menyasar semua kawasan,’’ ujarnya. (tif/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here