Aan, Tukang Bentor yang Aniaya Driver Ojol Akhirnya Jadi Tersangka

25
DIAMANKAN: Aan, tersangka kasus dugaan penganiayaan dan perusakan, saat diinterogasi petugas Unit IV Satreskrim Polres Ngawi.

NGAWI – Aan Syafi’i, 59, harus menanggung perbuatan akibat aksi main hakim sendiri yang dilakukannya. Pengemudi becak motor (bentor) itu akhirnya diamankan polisi sekaligus ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan dan perusakan terhadap seorang driver ojek online (ojol).

Warga Dusun/Desa Grudo, Ngawi, itu diamankan petugas Jumat lalu (5/7) sekitar pukul 20.00 di kawasan Jalan Jaksa Agung Suprapto. ‘’Barang bukti sudah cukup, keterangan saksi semuanya juga mengarah kepada yang bersangkutan,’’ kata Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Muh. Indra Nadjib Senin (8/7).

Indra mengungkapkan, tersangka ditangkap saat sedang mengantarkan penumpang. Pun tidak melakukan perlawanan kepada petugas. ‘’Langsung kami bawa ke mapolres. Kebetulan waktu itu kondisinya stabil, tidak ada masalah,’’ ujarnya.

Petugas, kata Indra, juga menyita sejumlah barang bukti yang digunakan Aan untuk melakukan penganiayaan. Pun, pihaknya bakal memeriksakan tersangka ke dokter ahli. ‘’Sebelumnya kan ada informasi yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa,’’ tuturnya.

Indra menyebut, tersangka bakal disangkakan dua pasal. Yakni, pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal dua tahun delapan bulan penjara. Selain itu, pasal 406 KUHP tentang perusakan barang milik orang lain dengan ancaman hukuman sama. ‘’Saat ini masih kami lakukan pemeriksaan lebih lanjut,’’ terangnya.

Sekadar diketahui, Aan diduga telah melakukan penganiayaan terhadap seorang driver ojol di kawasan Jalan Soekarno-Hatta pada 1 Juli lalu. Tersangka memukuli tubuh korban dengan lempengan besi. Selain itu, merusak sepeda motor korban hingga rusak parah di bagian depan dan belakang.

Insiden tersebut bermula saat seorang driver ojol bernama Muhammad Parli diduga mengambil penumpang di zona merah. Meski telah ada kesepakatan pengenaan sanksi dan denda yang melanggar, Aan justru melakukan aksi main hakim sendiri. (tif/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here